JAKARTA – Di tengah kemeriahan acara nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Prancis, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB, di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Abdul Mu’ti mengajak mahasiswa dan penonton memaknai sepak bola lebih dari sekadar pertandingan. Menurutnya, kemenangan Spanyol atas Prancis menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, hasil di lapangan tidak selalu sejalan dengan prediksi.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) itu mengatakan banyak pihak menjagokan Prancis untuk melaju ke final. Namun, kenyataannya tim asuhan Didier Deschamps harus mengakui keunggulan Spanyol.
“Itulah sepak bola. Prediksi tidak selalu sama dengan kenyataan di lapangan. Banyak orang mengatakan bola itu bundar. Dan itu terlihat ketika Prancis, yang di atas kertas lebih diunggulkan, ternyata tidak bisa melaju ke final karena tumbang oleh Spanyol. Itulah sepak bola,” ujar Prof. Abdul Mu’ti saat menghadiri nobar di UMJ.
Prof. Abdul Mu’ti mengaku sempat mendukung Prancis sehingga turut merasakan kekecewaan atas kekalahan tersebut. Meski demikian, ia menilai hasil pertandingan itu justru menyimpan pelajaran penting, terutama bagi generasi muda Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan Spanyol tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu para pemain, tetapi juga oleh kerja sama tim, kesabaran, dan strategi yang matang.
“Saya kira ini menjadi pelajaran bagi anak-anak Indonesia. Bagaimana kerja sama tim, bagaimana kesabaran, dan bagaimana strategi menjadi faktor yang menentukan kemenangan Spanyol atas Prancis pada semifinal Piala Dunia tahun ini,” tegasnya.