JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan penguatan signifikan meski mayoritas bursa Asia masih bergerak melemah.
IHSG ditutup naik 1,12% atau bertambah 68,26 poin sehingga menetap di level 6.176,47 pada akhir perdagangan pekan ini.
Sejak pembukaan di level 6.112,84, indeks bergerak positif dan sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 6.192,65.
Data Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak 342 saham menguat, 262 saham melemah, dan 191 saham ditutup tanpa perubahan.
Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan mencapai Rp10.772,39 triliun.
Reli IHSG terutama didorong oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar dari sektor telekomunikasi dan perbankan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menjadi pemimpin penguatan kelompok big caps setelah melonjak 5,14% ke level Rp2.660 per saham.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) ikut menopang indeks dengan kenaikan 4,02% sehingga ditutup di harga Rp6.475 per saham.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 3,94% ke posisi Rp4.480 per saham sepanjang perdagangan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga melanjutkan tren positif dengan kenaikan 3,85% menjadi Rp2.970 per saham.
Sementara itu, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) bertambah 3% hingga mencapai harga Rp12.000 per saham.
Pada sesi pertama perdagangan, IHSG lebih dahulu mengakhiri transaksi di level 6.142 atau menguat sekitar 0,55%.
Laporan riset harian Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebut sektor keuangan menjadi penopang utama penguatan pasar domestik.
Kinerja positif saham perbankan berkapitalisasi besar menjaga laju indeks di tengah tekanan yang masih terjadi pada sektor lainnya.
BMRI memimpin penguatan sektor keuangan pada sesi pertama dengan kenaikan sekitar 3,3%.
BBRI menyusul dengan kenaikan 3,2% hingga jeda perdagangan siang.
BBNI turut menguat 2,6% dan BBCA bertambah sekitar 2,4% pada sesi pertama.
“Laju IDX Finance tampak berhasil menahan tekanan dari sektor-sektor lain, di mana 7 dari 11 indeks sektoral justru mengalami koreksi,” tulis Mirae Asset.
Dominasi sektor keuangan membuat IHSG tetap bertahan di zona hijau ketika sebagian besar indeks sektoral mengalami pelemahan.
Performa IHSG juga berlawanan dengan arah pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang ditutup di wilayah negatif.
Tekanan regional dipicu aksi jual saham-saham sektor semikonduktor di Wall Street yang memengaruhi sentimen investor di pasar Asia.
Meski demikian, minat beli terhadap saham unggulan domestik berhasil menjaga optimisme pelaku pasar hingga penutupan perdagangan.***