Aksi nyata ditunjukkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Malang, Jawa Timur. Sebelum membuka gelaran akbar panen raya serentak nasional, Kepala Negara terlebih dahulu menyempatkan diri menguji kesiapan teknologi lingkungan teranyar di lapangan.
Berdasarkan tayangan resmi YouTube Sekretariat Presiden, pesawat kepresidenan mendarat di Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, pada Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Begitu menapakkan kaki di lokasi, Presiden Prabowo yang didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi langsung tancap gas meninjau mesin pemusnah sampah canggih bernama MOTAH.
Menariknya, Kepala Negara menyimak dengan saksama paparan teknis mengenai cara kerja mesin pengolah limbah tersebut yang dipaparkan langsung oleh seorang prajurit wanita TNI. Presiden sempat melontarkan beberapa pertanyaan detail mengenai efisiensi mesin, sebelum akhirnya bergeser melihat produk hilirisasi ramah lingkungan berupa paving block yang dicetak dari hasil olahan sampah tersebut.
Sambutan Hangat dan Sapa Prajurit Virtual
Usai urusan teknologi lingkungan selesai, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa para perwakilan prajurit TNI dari berbagai komando daerah di Indonesia yang telah bersiap menghadiri acara secara virtual.
Langkah Presiden menuju lokasi inti panen raya kemudian disambut meriah oleh hentakan tarian tradisional khas setempat. Di area lahan pertanian Lanud Abdulrachman Saleh, Kepala Negara langsung disuguhi deretan alat mekanisasi pertanian modern serta pameran hasil olahan tebu siap saji.
Rapor Hijau Sinergi Tiga Matra TNI: Dongkrak Produksi Nasional
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, kehadiran Presiden di Malang ini merupakan bentuk dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan strategis nasional yang digerakkan oleh TNI lewat pembagian tugas taktis di tiga matra:
-
TNI Angkatan Darat (AD): Berfokus penuh pada komoditas Padi dan Jagung. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD sukses mengawal 6,26 juta hektare lahan padi dengan hasil produksi menembus 19,2 juta ton beras. Capaian luar biasa ini berhasil menyokong 55,24 persen dari total target produksi beras nasional tahun 2026.
-
TNI Angkatan Laut (AL): Mengambil spesialisasi pada sektor Kedelai. TNI AL sukses mengawal lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi hasil panen mencapai 3.676 ton kedelai.
-
TNI Angkatan Udara (AU): Menjadi motor penggerak tanaman Tebu. Matra udara mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi raksasa sebesar 18,386 juta ton. Angka ini setara dengan 1,36 juta ton gula pasir dan sukses mengamankan 45,05 persen target kebutuhan gula nasional 2026.
Langkah kolaboratif ini membuktikan bahwa institusi pertahanan negara kini tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, namun juga menjadi benteng terdepan dalam menjaga perut rakyat dan mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.