Gempa bumi teramat kuat berkekuatan magnitudo 7,1 guncang wilayah Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang bagian selatan. Dahsyatnya guncangan membuat otoritas setempat langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir barat.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa ini mencapai level tertinggi, yaitu Skala Shindo 7, sebuah tingkat guncangan maksimum yang mampu merusak struktur bangunan secara masif. Peringatan tsunami diterbitkan untuk kawasan Teluk Ariake dan Laut Yatsushiro, dengan perkiraan gelombang mencapai ketinggian hingga 1 meter. Warga diimbau keras untuk segera menjauhi area pantai.
Sinyal darurat gempa bumi langsung diaktifkan di tujuh prefektur di Pulau Kyushu—mulai dari Kumamoto, Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, hingga Miyazaki.
Instruksi Tegas Perdana Menteri
Menanggapi situasi darurat ini, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama pemerintah.
“Kami menempatkan nyawa masyarakat sebagai prioritas tertinggi,” ujar PM Takaichi melalui akun X resminya.
Pemerintah Jepang telah membentuk satgas penanggulangan krisis untuk menilai tingkat kerusakan, mengumpulkan informasi, serta menyiagakan tim penyelamat. Warga juga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang kuat.
Sementara itu, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik AS mengonfirmasi bahwa ancaman tsunami hanya berpotensi berdampak pada wilayah pesisir lokal dan tidak meluas ke wilayah luar Jepang.
Bayang-Bayang Tragedi Kelam Kumamoto
Guncangan dahsyat ini kembali membangkitkan trauma trauma masa lalu bagi 700 ribu warga Kumamoto. Kota bersejarah ini sebelumnya pernah dihantam dua gempa besar berturut-turut pada April 2016 yang menelan ratusan korban jiwa serta merusak puluhan ribu rumah.
Bahkan, Kastil Kumamoto—ikon bersejarah abad ke-17 yang rusak parah akibat gempa 2016 lalu—hingga kini masih dalam proses pemugaran panjang yang diperkirakan baru rampung pada 2052 mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan parah akibat gempa yang terjadi pada pukul 16.29 waktu setempat tersebut. Namun, gelombang tsunami pertama diperkirakan telah mencapai wilayah Teluk Ariake dan Yatsushiro tak lama setelah guncangan terjadi.



