Fenomena pemasangan pagar seng tinggi di area depan sejumlah pusat perbelanjaan (mal) di Jakarta mendadak viral dan memicu spekulasi publik. Menanggapi keresahan masyarakat, Polda Metro Jaya angkat bicara dan memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) tetap aman dan kondusif.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kepolisian belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana aksi unjuk rasa atau potensi kerusuhan skala besar.
“Terkait pemasangan pagar, sampai saat ini Polda Metro Jaya belum menerima surat pemberitahuan terkait aksi. Namun, kami tidak diam. Direktorat operasional terus melakukan pemantauan intensif, baik di lapangan maupun di dunia digital,” tegas Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Bentuk Tim Preventif Strike & Patroli Skala Besar
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri telah membentuk Tim Preventif Strike di berbagai direktorat. Tim khusus ini ditugaskan melakukan mitigasi awal untuk mendeteksi serta menindak pihak-pihak yang mencoba memprovokasi kerusuhan.
Polda Metro Jaya juga memperketat pengamanan dengan menyisir wilayah-wilayah perbatasan lewat patroli berkala.
“Jika ada kelompok yang mencoba membuat kerusuhan dan mengganggu kenyamanan wilayah hukum Polda Metro Jaya serta wilayah penyangga, kami akan melakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur. Patroli skala kecil, sedang, hingga besar terus ditingkatkan di kawasan perbatasan seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang,” ujar Budi.
Minta Mal Lepas Pagar Tinggi, Gubernur DKI: “Jangan Khawatir Berlebihan”
Di tempat terpisah, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut merespons fenomena “benteng” pagar tinggi di sejumlah mal Ibu Kota. Pramono menilai langkah pihak pengelola mal merupakan bentuk kekhawatiran yang dipicu trauma ricuh pada Agustus tahun sebelumnya.
Meski memahami psikologis pengelola bisnis, Pramono meminta para pemilik usaha untuk tidak panik berlebihan. Pihaknya berjanji akan meminta pengelola mal segera membongkar kembali pagar-pagar tinggi tersebut.
“Pemasangan pagar ini mungkin bagian dari kekhawatiran pasca-kejadian Agustus tahun lalu. Tapi kekhawatiran berlebihan itu tidak baik. Pada saatnya, pasti saya akan minta pagar-pagar itu dilepas kembali,” kata Pramono saat meninjau kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi erat dengan TNI, Polri, dan aparat penegak hukum lainnya untuk menjamin keamanan total di Jakarta.
“Saya sebagai Gubernur Jakarta, berkoordinasi dengan TNI dan Polri, siap menjaga Jakarta. Saya yakin Jakarta aman,” pungkasnya optimistis.



