JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan alokasi bantuan tambahan sebesar Rp4,12 miliar untuk mempercepat penanganan darurat pascagempa bumi yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). Penambahan anggaran ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama pasokan pangan, perlengkapan pengungsian, dan operasional dapur umum.
Berdasarkan data pembaruan penanganan bencana per 16 Agustus 2026, tambahan dukungan senilai Rp4,126 miliar tersebut dialokasikan untuk penyediaan paket sembako, pasokan beras reguler dalam jumlah besar, hingga operasional tiga titik dapur umum lapangan.
Rincian bantuan tahap terbaru ini mencakup 1.000 paket sembako senilai total Rp250 juta yang dibagi merata untuk Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai, di mana masing-masing daerah menerima 500 paket bernilai Rp250.000 per paket. Selain itu, Kemensos menyalurkan tambahan beras reguler sebanyak 48 ton (48.000 kilogram) untuk Provinsi NTT dengan perkiraan nilai mencapai Rp672 juta.
Guna memastikan ketersediaan makanan siap saji bagi warga terdampak dan para pengungsi, Kemensos mendirikan tiga dapur umum yang ditempatkan di titik strategis, yakni Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Manggarai. Operasional dapur umum selama tujuh hari tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp3,2 miliar.

Sebelum penggelontoran dana tambahan per 16 Agustus ini, pergerakan distribusi logistik darurat dari pemerintah pusat dan jaringan regional hingga 15 Agustus 2026 telah mencatatkan nilai mencapai Rp4,52 miliar. Bantuan disalurkan secara simultan melalui Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi.
“Dukungan tersebut menjadi bagian dari langkah penanganan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya pemenuhan pangan dan permakanan bagi warga maupun pengungsi,” rilis laporan pembaruan penanganan darurat Kemensos.
Secara keseluruhan, rantai distribusi bantuan hingga pertengahan Agustus 2026 mencakup ribuan item logistik. Sentra Efata Kupang telah memberangkatkan 3.387 unit barang senilai Rp1,015 miliar ke Kabupaten Nagekeo, yang berisi tenda gulung, selimut, *family kit*, makanan anak, *velbed*, hingga tenda serbaguna.
Sementara itu, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT menyalurkan 368 unit logistik senilai Rp541,63 juta untuk menyokong kebutuhan di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Sikka (Maumere), Ende, dan Manggarai. Adapun Gudang Pusat Bekasi memobilisasi bantuan berskala besar menuju Dinsos Provinsi NTT dan Sentra Efata Kupang dengan nilai total pergerakan mencapai Rp2,96 miliar. Pasokan dari pusat tersebut mencakup 6.000 paket makanan siap saji, kasur, tenda keluarga, peralatan dapur lapangan, hingga lampu darurat portabel.
Selain fokus pada penanganan logistik dan kebutuhan fisik pengungsi, Kemensos juga tengah menyiapkan santunan bagi warga yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa gempa ini.
“Di sisi lain, pemberian bantuan bagi ahli waris korban meninggal dunia masih dalam proses asesmen dan verifikasi. Setelah proses tersebut selesai, Kemensos akan memberikan bantuan sebesar Rp15 juta untuk setiap korban meninggal dunia,” tulis laporan resmi tersebut.
Dengan adanya percepatan penyaluran logistik dan penambahan alokasi anggaran operasional ini, fokus penanganan darurat bencana di NTT dipastikan tetap berada pada perlindungan warga terdampak, penyediaan tempat bernaung yang layak, serta jaminan ketersediaan pangan di seluruh wilayah bencana.