JAKARTA – PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menambah operasional perjalanan Commuter Line Jabodetabek di seluruh lintas hingga dini hari pada Senin (17/8/2026). Langkah antisipatif ini diambil guna mengurai potensi kepadatan dan menampung lonjakan penumpang yang pulang dari rangkaian peringatan Pesta Rakyat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas) hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI).
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah penumpang sudah terlihat signifikan sejak sore hari, terutama di Stasiun Juanda yang menjadi salah satu titik akses utama masyarakat menuju lokasi acara.
“Menurut data yang tercatat hingga pukul 17.00 WIB, di Stasiun Juanda tercatat sebanyak 51.119 orang yang turun di stasiun ini atau meningkat 51 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu sebanyak 33.905 orang. Kedatangan penumpang didominasi oleh pengguna yang membawa anak dan keluarga untuk menuju kawasan Monas,” ujar Karina dalam keterangan resminya, Senin (17/8/2026).
Karina menambahkan, pergerakan penumpang yang naik dari Stasiun Juanda usai mengikuti rangkaian perayaan HUT RI pada pagi hingga siang hari juga mengalami kenaikan sebesar 34 persen, yakni mencapai 22.200 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 16.511 orang. Secara keseluruhan, total pengguna Commuter Line di seluruh wilayah Jabodetabek hingga pukul 17.00 WIB telah menembus angka 430.313 orang.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat tersebut, operator moda transportasi berbasis rel ini memutuskan untuk menambah jadwal keberangkatan kereta di luar 1.065 perjalanan reguler yang dioperasikan pada pola hari kerja. Tambahan perjalanan ini disebar di seluruh lintas pelayanan mulai dari Jalur Bogor, Cikarang, Rangkasbitung, Tangerang, hingga Tanjung Priok.
Jadwal Perjalanan Tambahan Terakhir Commuter Line
Berikut adalah rincian jadwal perjalanan Commuter Line tambahan terakhir pada malam HUT RI di seluruh lintas:
Lintas Bogor:
- Relasi Bogor – Jakarta Kota: Berangkat pukul 23.16 WIB
- Relasi Jakarta Kota – Bogor: Berangkat pukul 00.25 WIB
Lintas Cikarang:
- Relasi Cikarang – Kampung Bandan via Manggarai: Berangkat pukul 23.00 WIB
- Relasi Bekasi – Kampung Bandan via Pasar Senen: Berangkat pukul 23.33 WIB
- Relasi Kampung Bandan – Bekasi via Manggarai: Berangkat pukul 00.18 WIB
- Relasi Kampung Bandan – Cikarang via Pasar Senen: Berangkat pukul 00.32 WIB
Lintas Rangkasbitung:
- Relasi Rangkasbitung – Serpong: Berangkat pukul 23.12 WIB
- Relasi Serpong – Tanah Abang: Berangkat pukul 23.25 WIB
- Relasi Tanah Abang – Rangkasbitung: Berangkat pukul 00.15 WIB
Lintas Tangerang:
- Relasi Tangerang – Duri: Berangkat pukul 23.30 WIB
- Relasi Duri – Tangerang: Berangkat pukul 00.20 WIB
Lintas Tanjung Priok:
- Relasi Jakarta Kota – Tanjung Priok: Berangkat pukul 23.25 WIB
- Relasi Tanjung Priok – Jakarta Kota: Berangkat pukul 23.50 WIB
Sistem Buka-Tutup dan Imbauan Keselamatan
Guna mengendalikan alur penumpang dan menjaga keselamatan di peron, KAI Commuter menyiagakan petugas pengamanan serta pelayanan tambahan di stasiun-stasiun yang berpotensi mengalami kepadatan tinggi, seperti Stasiun Juanda, Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Sudirman.
Penyekatan serta sistem buka-tutup antrean menuju peron akan diberlakukan secara fleksibel jika terjadi penumpukan penumpang. Masyarakat pengguna jasa pun diimbau untuk memanfaatkannya dengan bijak atau mempertimbangkan stasiun alternatif di sekitar lokasi perayaan.
“Untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna yang menunggu keberangkatan Commuter di area peron, KAI Commuter akan memberlakukan sistem buka tutup antrean yang akan masuk ke area peron khusus di stasiun-stasiun ramai. Untuk itu pengguna Commuter Line diimbau untuk menuju stasiun alternatif lainnya guna menghindari kepadatan,” jelas Karina.
Selain itu, KAI Commuter mengingatkan orang tua yang membawa anak dengan tinggi badan minimal 90 cm atau usia minimal 3 tahun bahwa anak tersebut sudah diwajibkan memiliki tiket mandiri. Para pengguna juga diingatkan untuk selalu mendahulukan penumpang yang akan keluar kereta, berada di belakang garis aman peron, serta tidak menghalangi pintu keluar-masuk gerbong.
“Bagi pengguna yang menunggu di area peron, selalu dahulukan pengguna yang akan keluar, serta berdiri tidak melewati garis aman dan menghalangi pengguna yang akan keluar dari dalam Commuter Line,” pungkas Karina.



