Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespons langsung keresahan serta kekhawatiran masyarakat terkait eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menerjang sejumlah wilayah di Indonesia. Menjawab kekhawatiran publik, BNPB memastikan seluruh unsur pemerintah bergerak cepat dan bekerja maksimal di lapangan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Kapusdatin) BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menegaskan bahwa penanggulangan karhutla saat ini dieksekusi secara masif dan terintegrasi lintas sektor.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini penanganan karhutla terus dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat, serta kementerian/lembaga terkait,” tegas Berton dalam keterangan resminya.
Tiga Pilar Imbauan BNPB untuk Masyarakat
Guna menekan risiko penyebaran titik api serta meminimalkan dampak buruk bagi kesehatan, BNPB mengeluarkan seruan aksi kepada masyarakat di area terdampak:
-
Pencegahan Utama: Dilarang keras melakukan pembakaran lahan untuk alasan apa pun, serta diimbau tidak menyebarkan kabar bohong (hoaks) yang belum terverifikasi terkait kondisi Karhutla.
-
Proteksi Kesehatan: Warga yang berada di kawasan terdampak paparan asap dianjurkan mengurangi aktivitas outdoor dan wajib menggunakan masker saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
-
Partisipasi Aktif: Segera laporkan indikasi kemunculan titik api atau potensi karhutla melalui Call Center Darurat BNPB di nomor 117.
Berton menegaskan, seluruh personel gabungan akan terus bersiaga dan melakukan pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara hingga kondisi lingkungan benar-benar terkendali.
“Pemerintah akan terus bekerja keras mengendalikan karhutla, melindungi masyarakat dari dampak bahaya, serta mencegah perluasan area kebakaran secara optimal demi keselamatan bersama,” tutup Berton.



