JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan strategis soal hilirisasi hingga perampingan BUMN dengan jajaran Danantara dan menteri terkait di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Diantaranya Menteri Investasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara.
Hal tersebut seperti disampaikan Sekretaris Kabinet Mayor Inf Teddy Indra Wijaya melalui unggahan di Instagram pada Sabtu (5/9/2026).
“Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, khususnya terkait percepatan hilirisasi serta penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ungkap Teddy.
Lebih lanjut menurut Teddy, dalam pertemuan tersebut diantaranya ada empat hal penting yang dibahas.
- Percepatan hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, memperkuat investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
- Perkembangan pelaksanaan instruksi Presiden terkait penataan dan perampingan BUMN. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan langkah tersebut diklaim telah menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun.
- Pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari proses perampingan dan konsolidasi BUMN.
- Melalui restrukturisasi BUMN tersebut, diproyeksikan dapat menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp100 triliun.
“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” lanjut Teddy.
Pertemuan tersebut turut dihadiri COO Danantara Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.***