JAKARTA – Tottenham Hotspur mendapat kesempatan besar untuk mengakhiri awal buruk musim 2026/27 saat menjamu Everton di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (12/9/2026) pukul 23.30 WIB.
Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Roberto De Zerbi setelah Tottenham belum meraih kemenangan dalam tiga laga Premier League.
Spurs baru mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan setelah kalah dari Brentford dan Newcastle United.
Hasil 0-0 melawan Nottingham Forest pekan lalu setidaknya menghentikan rentetan kekalahan Tottenham di awal musim.
Namun, satu masalah besar masih menghantui Spurs karena mereka belum mencetak satu gol pun dalam tiga pertandingan.
Tottenham bahkan belum mampu melepaskan tembakan tepat sasaran ketika menghadapi Nottingham Forest di laga terakhir.
De Zerbi tetap melihat perkembangan positif dari permainan timnya meski penyelesaian akhir menjadi persoalan serius.
“Kami bermain dengan baik, tetapi pada sepertiga akhir lapangan kami harus berkembang,” kata De Zerbi dikutip dari Hotspur HQ.
Pelatih asal Italia itu juga menilai Tottenham sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak beberapa gol saat menghadapi Forest.
“Kami bisa saja mencetak tiga atau empat gol karena jika mengambil keputusan yang salah, kami tidak mencetak gol,” ujar De Zerbi.
Masalah tersebut terasa ironis karena Tottenham menghabiskan lebih dari £300 juta atau sekitar Rp7,14 triliun pada bursa transfer musim panas.
Investasi besar itu belum memberikan dampak maksimal karena lini depan Spurs masih kesulitan menghasilkan gol.
Kedatangan Omar Marmoush dan Savio diharapkan meningkatkan kreativitas serangan, tetapi keduanya belum mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Dominic Solanke menjadi salah satu opsi penting untuk mengatasi persoalan ketajaman Tottenham di lini depan.
Situasi semakin rumit setelah Mykhailo Mudryk mengalami cedera pergelangan kaki dalam latihan dan diperkirakan absen hingga setelah jeda internasional.
Mudryk sebelumnya baru kembali bermain setelah menjalani masa panjang tanpa pertandingan kompetitif dan tampil sebagai pemain pengganti melawan Nottingham Forest.
De Zerbi kini harus menemukan formula serangan yang efektif dari pemain yang tersedia agar Tottenham tidak semakin terpuruk.
Tekanan terhadap Spurs juga meningkat karena kegagalan mencetak gol membuat mereka berada di papan bawah klasemen.
Tottenham kini memiliki peluang untuk mengubah situasi tersebut ketika menghadapi Everton di kandang sendiri.
Secara historis, Everton bukan lawan yang sering menang di markas Tottenham dalam beberapa tahun terakhir.
Everton hanya meraih satu kemenangan dalam 17 kunjungan terakhirnya ke markas Spurs di kompetisi liga.
Bahkan Tottenham memenangkan lima pertemuan kandang terakhir melawan Everton dan hanya kebobolan satu gol dalam periode tersebut.
Catatan tersebut memberikan modal psikologis bagi Spurs sebelum pertandingan penting pada pekan keempat Premier League.
Namun, Everton datang dengan kepercayaan diri setelah belum terkalahkan dalam tiga pertandingan awal musim.
Pasukan David Moyes mengawali musim dengan kemenangan atas Crystal Palace dan kemudian bermain imbang melawan Bournemouth serta Manchester United.
Hasil 2-2 melawan Manchester United pekan lalu menjadi bukti Everton masih mampu memberikan ancaman hingga menit-menit akhir pertandingan.
Ainsley Maitland-Niles menjadi penyelamat Everton setelah mencetak gol penyeimbang dramatis ketika menghadapi Manchester United.
Jack Grealish juga diproyeksikan mendapat peran lebih besar setelah mulai tampil sebagai pemain pengganti pada pertandingan sebelumnya.
Kondisi tersebut membuat Everton tidak bisa dianggap sebagai lawan mudah meski memiliki catatan buruk ketika bertandang ke markas Tottenham.
Moyes harus bekerja dengan skuad yang relatif terbatas setelah aktivitas Everton pada penghujung bursa transfer tidak berjalan sesuai harapan.
Kondisi lini depan juga menjadi perhatian karena Thierno Barry menjadi salah satu opsi utama yang tersedia untuk posisi penyerang.
Pertandingan Tottenham kontra Everton karena itu memiliki arti lebih besar daripada sekadar perebutan tiga poin.
Bagi Spurs, kemenangan akan menjadi suntikan kepercayaan diri sekaligus kesempatan mencetak gol pertama mereka di Premier League musim ini.
Sebaliknya, kegagalan kembali mencetak gol berpotensi memperbesar tekanan terhadap De Zerbi dan para pemainnya.
Everton memiliki peluang memperpanjang start tanpa kekalahan sekaligus memperburuk situasi Tottenham di papan bawah.
Laga di London tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu, 12 September 2026 pukul 17.30 waktu Inggris atau sekitar 23.30 WIB.
Dengan kondisi kedua tim, Tottenham membutuhkan respons cepat sebelum masalah awal musim berkembang menjadi krisis baru.***