NEW YORK – Ben Shelton tinggal satu kemenangan lagi untuk mengakhiri penantian panjang tenis putra Amerika Serikat di ajang Grand Slam.
Shelton memastikan tiket final US Open 2026 setelah menundukkan rekan senegaranya, Frances Tiafoe, dalam semifinal sengit.
Petenis berusia 23 tahun itu bangkit setelah kehilangan set pertama dan menang 4-6, 6-3, 6-3, 7-5.
Kemenangan tersebut mengantar Shelton ke final Grand Slam pertamanya sepanjang karier profesional.
Di partai puncak, Shelton akan menghadapi unggulan teratas asal Jerman, Alexander Zverev, pada Minggu (13/9/2026).
Zverev lebih dahulu mengamankan tempat di final setelah mengalahkan Karen Khachanov dengan skor 6-3, 7-6(7), 7-6(6).
Pertemuan itu menjadi kesempatan besar bagi Shelton untuk mengakhiri paceklik gelar tunggal putra Amerika yang telah berlangsung selama 23 tahun.
Mengutip laporan WSJ, Sabtu (12/9/2026) Andy Roddick menjadi petenis putra Amerika terakhir yang meraih gelar Grand Slam ketika menjuarai US Open pada 2003.
Sejak keberhasilan Roddick tersebut, belum ada petenis putra Amerika yang kembali mengangkat trofi Grand Slam nomor tunggal.
Penantian itu terasa panjang karena sebelumnya Amerika memiliki era emas melalui Pete Sampras dan Andre Agassi.
Keduanya mengoleksi total 22 gelar Grand Slam sepanjang dekade 1990-an hingga awal 2000-an.
Taylor Fritz menjadi satu-satunya petenis putra Amerika yang mencapai final Grand Slam sejak 2009 sebelum kemunculan Shelton.
Fritz sebelumnya gagal merebut gelar US Open setelah kalah dari Jannik Sinner di final dua tahun lalu.
Kini, Shelton membawa harapan baru bagi publik tuan rumah yang memadati Flushing Meadows.
Perjalanan Shelton semakin istimewa karena ia menjadi petenis putra kulit hitam Amerika pertama yang mencapai final US Open sejak Arthur Ashe pada 1972.
Ia juga menjadi petenis putra kulit hitam pertama yang mencapai final Grand Slam sejak MaliVai Washington di Wimbledon 1996.
Shelton menunjukkan perkembangan besar sepanjang musim dengan menggabungkan servis keras, permainan baseline dan ketahanan mental.
Kemenangan atas Tiafoe memperlihatkan kemampuannya keluar dari tekanan setelah kehilangan set pembuka.
Sementara itu, Zverev datang ke final dengan status unggulan pertama dan pengalaman menghadapi laga besar di level Grand Slam.
Final tersebut juga menjadi penampilan kedua Zverev di partai puncak US Open setelah sebelumnya menjadi runner-up pada 2020.
Zverev kini mengejar gelar Grand Slam keduanya setelah sebelumnya menjuarai Roland Garros.
Di sektor putri, final US Open 2026 mempertemukan juara bertahan Aryna Sabalenka dengan Elena Rybakina.
Sabalenka melaju setelah mengalahkan Jessica Pegula 7-5, 6-2, sedangkan Rybakina menyingkirkan Coco Gauff 3-6, 6-4, 6-4.
Rybakina dipastikan naik menjadi petenis nomor satu dunia setelah turnamen, menggantikan Sabalenka.
Sabalenka tetap berpeluang mencetak sejarah dengan merebut gelar US Open untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Pertemuan Sabalenka dan Rybakina juga menjadi ulangan final Australian Open 2026 yang dimenangi petenis Kazakhstan tersebut.
Dengan demikian, perhatian utama akhir pekan US Open 2026 tertuju pada dua final yang menawarkan cerita sejarah berbeda.
Shelton berpeluang mengakhiri penantian 23 tahun Amerika, sedangkan Sabalenka memburu hat-trick gelar di New York.
Bagi tenis putra Amerika, kemenangan Shelton atas Zverev akan menjadi titik balik setelah bertahun-tahun kehilangan dominasi di panggung Grand Slam.***