Tim SAR Gabungan resmi memperluas jangkauan operasi pencarian korban tenggelamnya kapal motor KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Tak hanya berfokus di kawasan perairan lepas, petugas kini mengintensifkan penyisiran hingga ke jalur darat dan alur sungai di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Kepala Basarnas, M. Syafii, mengonfirmasi bahwa strategi penyisiran ganda ini diterapkan guna memaksimalkan jangkauan area pencarian terhadap kemungkinan korban yang terbawa arus hingga ke tepian daratan.
βPencarian pada Selasa (29/9/2026) dilaksanakan secara simultan. Selain sektor laut, Tim SAR Gabungan menyisir jalur darat di sepanjang kawasan Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan,β terang Syafii dalam keterangan resminya.
Strategi Mobilisasi Jalur Darat dan Armada Laut
Untuk menembus medan darat yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Marnit Ditpolair Polda Kalteng, dan Satpolair Polres Seruyan dikerahkan menggunakan armada roda dua.
Sementara itu di sektor perairan, koordinasi taktis terus diperketat dengan membagi Search and Rescue Unit (SRU) ke beberapa titik krusial:
-
SRU I: Mengoperasikan armada Rigid Inflatable Boat (RBB) yang disiagakan di kawasan perairan Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.
-
SRU II: Mengandalkan Rigid Inflatable Boat (RIB 02) Palangka Raya yang berpusat di Pos TNI AL Kumai.
βLangkah perluasan ini dilakukan untuk menindaklanjuti setiap potensi pergerakan arus laut dan kemungkinan ditemukannya korban di berbagai titik terpencil. Kami mengoptimalkan seluruh unsur sarana dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan,β tambah Syafii.
Hingga Selasa (29/9/2026) sore, kerja keras Tim SAR Gabungan telah berhasil mengevakuasi total 18 korban dari berbagai titik sebaran di wilayah Kalimantan Tengah.
Proses evakuasi dan pendataan para korban tersebut mencakup tiga area penyisiran utama, yakni kawasan Seruyan, Pangkalan Bun, hingga Kabupaten Sukamara. Basarnas memastikan operasi SAR akan terus dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan fakta dan kondisi di lapangan.