JAKARTA — Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel mengaku merasa bersalah setelah tidak membicarakan kasus finansial Manchester City dengan para pemainnya.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan pelanggaran serius aturan finansial Premier League pada periode 2009 hingga 2018.
Komisi independen telah menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh tuduhan yang diajukan dalam perkara tersebut.
Namun, hukuman terhadap Manchester City belum diputuskan karena sanksi akan dibahas melalui sidang lanjutan.
Manchester City juga tetap menyatakan tidak bersalah dan masih memiliki proses banding yang dapat ditempuh.
Jika putusan tersebut bertahan, City berpotensi menghadapi pengurangan poin, larangan transfer, denda hingga degradasi.
Situasi itu turut menjadi perhatian bagi sejumlah pemain City yang sedang bergabung dengan timnas Inggris.
Marc Guehi, Nico O’Reilly dan Elliot Anderson menjadi tiga pemain Manchester City yang masuk skuad Inggris saat kasus tersebut mencuat.
Tuchel mengakui dirinya tidak berbicara secara khusus dengan ketiga pemain tersebut mengenai persoalan yang sedang membelit klub.
“Saya tidak melakukannya, dan sekarang saya merasa bersalah,” kata Tuchel kepada BBC mengenai sikapnya terhadap pemain City, dikutip Rabu (30/9/2026).
“Saya terlalu fokus pada semua hal yang harus kami tangani di sini dan mempersiapkan tim, jadi saya tidak membicarakan masalah itu dan saya tidak akan mengomentarinya.”
Meski demikian, Tuchel memberikan apresiasi terhadap penampilan para pemain City setelah Inggris menang 2-0 atas Republik Ceko di Praha.
Guehi dan Anderson tampil sejak awal dalam pertandingan tersebut dan mendapat pujian dari pelatih asal Jerman itu.
“Menurut saya, Marc tampil luar biasa setelah menjalani pertandingan sulit melawan Spanyol,” ujar Tuchel.
“Responsnya berada pada level tertinggi, dia benar-benar luar biasa dan Elliot Anderson juga tampil sangat baik.”
Anderson sendiri merupakan pemain yang bergabung dengan Manchester City dari Nottingham Forest pada bursa transfer musim panas.
Kapten Inggris Harry Kane juga mengakui besarnya perhatian terhadap perkara Manchester City, tetapi memilih tidak memberikan penilaian lebih jauh.
“Saya belum bisa memberikan komentar mengenai hal itu sekarang,” kata Kane.
“Saya tentu perlu memahami lebih banyak informasi, tetapi saya tahu ini menjadi topik besar dan tidak bisa dihindari.”
“Namun, ketika bersama Inggris, fokus kami adalah Inggris dan itulah yang harus kami lakukan, karena sekarang kami menghadapi Kroasia pada Sabtu.”
Periode perkara tersebut bertepatan dengan masa ketika Manchester City meraih sejumlah gelar penting di kompetisi Inggris.
City memenangkan tiga gelar Premier League, satu Piala FA dan tiga Piala Liga Inggris sepanjang periode 2009 hingga 2018.
Mantan bek Liverpool Jamie Carragher bahkan menyatakan gelar yang diraih City pada periode tersebut seharusnya turut menjadi bahan pertimbangan.
“Saya memang berpikir gelar atau trofi Manchester City yang diraih pada periode itu seharusnya dicabut,” kata Carragher kepada Sky Sports.
Menurut Carragher, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut koleksi trofi, tetapi juga pengalaman emosional para pemain yang meraihnya.
Ia menilai keberhasilan di lapangan memiliki kenangan tersendiri bagi pemain yang tidak dapat digantikan hanya dengan pemberian medali.
“Bukan soal medali, tetapi tentang perasaan, dan itulah yang menurut saya telah dirampas Manchester City,” ujar Carragher.
Untuk saat ini, status akhir hukuman Manchester City masih menunggu proses lanjutan dan mekanisme banding yang tersedia bagi klub.***