JAKARTA – Nama Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkannya sebagai calon Kapolri. Sebelum namanya masuk dalam proses pergantian pucuk pimpinan Polri, Suyudi telah melewati perjalanan panjang di institusi kepolisian, terutama di bidang reserse.
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sepanjang kariernya, ia pernah bertugas di tingkat kewilayahan, reserse, Bareskrim Polri, hingga menduduki posisi strategis sebagai Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten.
Setelah meninggalkan jabatan Kapolda Banten pada 2025, Suyudi kemudian dipercaya Presiden Prabowo memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia dilantik sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 dan beberapa pekan kemudian resmi menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi.
Mengawali Karier di Resmob Polda Metro Jaya
Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol pada 1994, ia memulai perjalanan dinasnya di lingkungan Polda Metro Jaya.
Pada masa awal kariernya, Suyudi bertugas di bidang reserse. Salah satu posisi yang pernah ditempatinya adalah Kanit II Resmob Polda Metro Jaya.
Pengalaman di fungsi reserse kemudian menjadi salah satu ciri perjalanan karier Suyudi. Ia selanjutnya dipercaya menduduki sejumlah jabatan operasional, termasuk sebagai Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan.
Posisi tersebut membuat pengalaman Suyudi tidak hanya berkutat pada penanganan perkara, tetapi juga mencakup tugas kepemimpinan di tingkat kepolisian sektor.
Naik ke Jabatan Kasat Reskrim
Karier Suyudi kemudian berlanjut ke tingkat satuan reserse di beberapa wilayah hukum.
Ia pernah dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Suyudi juga pernah menjabat Kanit Resmob Bareskrim Polri. Sejumlah penugasan tersebut memperkuat rekam jejaknya sebagai perwira yang banyak berkarier di bidang penyelidikan dan penyidikan.
Pengalaman di bidang reserse tersebut kemudian membawanya ke sejumlah jabatan pimpinan di tingkat polres.
Menjadi Kapolres di Sejumlah Wilayah
Memasuki periode 2014 hingga 2017, Suyudi mendapat kepercayaan memimpin beberapa kepolisian resor.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Perpindahan dari satu wilayah ke wilayah lain tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Suyudi. Selain menangani persoalan keamanan dan penegakan hukum di wilayah masing-masing, posisi sebagai Kapolres juga menuntut kemampuan mengelola organisasi serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur masyarakat.
Data mengenai rangkaian jabatan tersebut juga tercantum dalam profil Suyudi yang dipublikasikan BNN setelah dirinya ditunjuk sebagai Kepala BNN pada 2025.
Berlanjut ke Bareskrim Polri
Setelah menjalani sejumlah posisi di tingkat kewilayahan, Suyudi kembali mendapat penugasan di tingkat pusat.
Mulai 2017, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Bareskrim Polri. Di antaranya Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus atau Wadirtipideksus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber atau Wadirtipidsiber.
Pada 2020, Suyudi juga tercatat menjadi Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II di Bareskrim Polri. Penugasan di sejumlah direktorat tersebut memperluas pengalaman Suyudi dari reserse konvensional ke penanganan tindak pidana ekonomi dan kejahatan siber.
Dipercaya Menjadi Wakapolda Metro Jaya
Pengalaman di Bareskrim kemudian dilanjutkan dengan penugasan di tingkat pimpinan Polda.
Pada 2023, Suyudi dipercaya menjabat Wakapolda Metro Jaya. Saat itu, pangkatnya adalah Brigadir Jenderal Polisi.
Dalam kapasitas tersebut, Suyudi menjalankan tugas sebagai orang nomor dua di Polda Metro Jaya. Salah satu kegiatan yang tercatat dalam masa jabatannya adalah memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah 687 siswa Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2023 di SPN Polda Metro Jaya.
Jabatan Wakapolda Metro Jaya menjadi salah satu tahapan penting sebelum Suyudi kemudian dipercaya memimpin sebuah kepolisian daerah.
Menjadi Kapolda Banten
Pada Juni 2024, Suyudi mendapat promosi menjadi Kapolda Banten. Ia menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Irjen Pol Abdul Karim.
Perubahan jabatan tersebut tertuang dalam sejumlah Surat Telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2024. Sebelumnya, Suyudi menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya.
Sebagai Kapolda Banten, Suyudi memimpin kepolisian di wilayah yang memiliki karakteristik keamanan cukup beragam, mulai dari kawasan industri, jalur transportasi, hingga wilayah pesisir.
Namun, masa jabatannya sebagai Kapolda Banten tidak berlangsung terlalu lama.
Pada Agustus 2025, Suyudi dimutasi dari posisi tersebut dan ditempatkan sebagai Perwira Tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur. Mutasi itu berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 tertanggal 5 Agustus 2025.
Dipercaya Memimpin BNN
Perjalanan karier Suyudi kemudian memasuki babak baru di luar struktur utama Polri.
Pada 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom.
Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Tinggi Utama di Lingkungan BNN.
Suyudi kemudian mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi. Korps Raport kenaikan pangkat tersebut dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Rupattama Mabes Polri pada 12 September 2025.
Dengan pangkat bintang tiga, Suyudi memimpin BNN dan menjalankan tugas dalam bidang pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Karier Suyudi Kini Mengarah ke Kursi Kapolri
Setelah sekitar satu tahun memimpin BNN, nama Suyudi kembali berada di lingkungan strategis Polri.
Pada 1 Oktober 2026, Suyudi mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR RI setelah Presiden Prabowo mengusulkan namanya untuk menduduki jabatan tersebut.
Perjalanan tersebut membuat karier Suyudi mencakup berbagai bidang, mulai dari fungsi reserse di Polda Metro Jaya, jabatan Kapolsek dan Kapolres, penugasan di Bareskrim, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN.
Jika proses pencalonannya di DPR berjalan sesuai tahapan, pengalaman panjang tersebut akan menjadi bagian dari rekam jejak Suyudi dalam menjalani proses menuju jabatan tertinggi di institusi Polri.