Sesi Sprint Race MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi menyuguhkan drama tingkat tinggi sejak lampu start dipadamkan. Pimpinan klasemen sementara, Jorge Martin, sejatinya melakukan start sempurna dari posisi pole. Namun, rival utamanya, Marc Marquez, langsung mengambil alih pimpinan balapan lewat aksi late-braking yang agresif di Tikungan 1.
Marquez berhasil menahan gempuran Martin di Tikungan 2 dan 3. Namun, tepat di belakang dua pembalap terdepan, petaka besar terjadi. Alex Marquez melakukan kesalahan fatal saat melakukan pengereman hingga menabrak bagian belakang motor Pedro Acosta di Tikungan 3.
Benturan keras tersebut melemparkan Alex Marquez dan Acosta ke gravel. Kemalangan juga menimpa pembalap Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, yang menjadi “korban salah sasaran” di sisi luar lintasan saat insiden terjadi.
Perjudian Ban Bezzecchi Berujung Buntung
Di barisan tengah, Marco Bezzecchi yang sempat melesat ke posisi ketiga harus membayar mahal perjudian kompon ban belakang medium. Kecepatan pembalap Italia tersebut perlahan melorot dan tak mampu membendung serangan Enea Bastianini (Tech 3 KTM) di Tikungan 5 pada lap ketiga.
Penderitaan Bezzecchi di lintasan Motegi makin memburuk pada lap kelima. Rider muda Honda, Diogo Moreira, yang tampil sangat impresif berhasil menyalipnya di Tikungan 3. Tak lama berselang, rekan sesama penunggang Aprilia, Ai Ogura, turut merebut posisinya. Bezzecchi tampak kewalahan, baik saat mengerem maupun ketika mengejar akselerasi keluar tikungan.
Dominasi Marquez dan Drama Penalti di Lap Terakhir
Sementara itu di barisan terdepan, Marc Marquez memperagakan ritme balap yang tak tereksekusi oleh Martin. The Ant of Cervera menegaskan dominasinya dengan mencetak fastest lap baru di pertengahan balapan, memperlebar jarak dari 0,6 detik menjadi hampir satu detik penuh di awal lap ketujuh.
Meski Martin berusaha merespons pada lap kedelapan, Marquez justru makin menjauh dengan keunggulan 1,2 detik pada lap sembilan dan mengunci kemenangan Sprint Race secara meyakinkan.
Sengitnya persaingan justru terjadi di lap pamungkas saat Martin mendapat tekanan hebat dari Bastianini, yang juga terus ditempel ketat oleh Moreira.
Meski tidak ada perubahan posisi saat melintasi garis finis, Race Direction menjatuhkan hukuman penalti penurunan satu posisi kepada Jorge Martin dan Enea Bastianini akibat melanggar batas lintasan (track limits) pada lap terakhir. Keputusan dramatis ini mempromosikan Diogo Moreira secara mendadak ke posisi kedua di podium Sprint Race GP Jepang 2026.