JAKARTA – Rocky Gerung menanggapi dengan santai kritik dan kekecewaan sebagian pendukungnya setelah dirinya bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Rocky menilai kontroversi yang muncul setelah pengangkatannya sebagai bagian dari dinamika yang biasa terjadi, termasuk reaksi dari orang-orang yang sebelumnya mendukung pandangannya.
“Ya biasa itu kontroversi. Itu artinya mantan masih mantau,” kata Rocky Gerung usai rapat pleno perdana Wantimpres di Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (8/10/2026).
Presiden Prabowo melantik Rocky bersama 25 anggota Wantimpres lainnya di Istana Negara pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Rocky Tetap Bisa Berbicara kepada Media
Rocky menjelaskan, rapat pleno perdana Wantimpres antara lain membahas pembagian tugas dan mekanisme kerja para anggota dalam memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Ia menegaskan, keanggotaan Wantimpres tidak menghalanginya berbicara kepada media maupun menjalankan aktivitas akademik, selama pernyataannya didukung argumentasi yang terukur dan tidak mengandung kebohongan.
“Memastikan memastikan bahwa isu publik adalah konsumsi Wantimpres, tetapi boleh bicara sebagai akademisi. Saya boleh kasih kuliah segala macam, teman-teman kan banyak akademisi yang hadir,” katanya.
Rocky juga menegaskan tidak ada larangan bagi anggota Wantimpres untuk berkomunikasi dengan pers, selama informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jadi, enggak ada urusan untuk ngomong dengan pers itu. Yang penting argumennya terukur dan tidak ada pembohongan,” ujar Rocky.
Wantimpres Bahas Tata Kerja dan Pembagian Bidang
Sementara itu, anggota Wantimpres Bambang Soesatyo menjelaskan bahwa lembaga tersebut akan menggelar rapat pleno secara rutin setiap tanggal 8 setiap bulan.
Menurut Bambang, rapat perdana difokuskan pada pembahasan tata kerja, pengelolaan informasi, penyerapan aspirasi masyarakat, serta prosedur penyampaian pertimbangan kepada Presiden Prabowo.
“Kita baru penjelasan tentang tata kerja, tata kelola, arus informasi, penyerapan aspirasi maupun penyampaian pertimbangan kepada Presiden. Termasuk mekanismenya, terus formatnya, dan dalam keadaan apa kita harus berikan,” kata Bamsoet.
Rapat tersebut juga membahas sejumlah bidang yang akan menjadi ruang lingkup kerja Wantimpres, antara lain keamanan, politik, hukum, keuangan, dan energi.
Namun, Bambang menyebut pembahasan belum mencapai tahap penetapan anggota yang bertanggung jawab atas setiap bidang.
“Kita belum masuk detail tapi belum ada pembagian siapa memegang bidang apa, belum ada,” katanya.
Sorotan terhadap Peran Wantimpres
Bergabungnya Rocky Gerung ke Wantimpres menempatkannya dalam struktur penasihat Presiden, sekaligus memunculkan respons beragam dari publik dan pendukungnya.
Pernyataannya mengenai kebebasan berbicara kepada media juga menjadi perhatian di tengah pembahasan mekanisme kerja lembaga tersebut.
Ke depan, pelaksanaan tugas Wantimpres akan menjadi salah satu hal yang disorot, terutama terkait cara lembaga itu menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan masukan kepada Presiden Prabowo.***