JAKARTA – LeBron James menjalani penampilan perdananya bersama Philadelphia 76ers dalam laga pramusim NBA melawan Brooklyn Nets pada 8 Oktober 2026.
Bintang berusia 41 tahun itu bermain selama 30 menit, mencetak 10 poin, dan membantu timnya membangun serangan meski Philadelphia harus kalah 108-114.
LeBron tidak banyak mengambil tembakan karena lebih sering mengatur aliran serangan dan membuka peluang bagi rekan setimnya dalam pertandingan pramusim tersebut.
Ia berhasil memasukkan satu-satunya tembakan dari permainan terbuka serta menyelesaikan seluruh delapan kesempatan lemparan bebas untuk mengoleksi 10 poin.
Kontrak Miliaran Rupiah dan Misi Juara
James bergabung dengan Philadelphia pada Juli 2026 melalui kontrak dua tahun senilai 7,95 juta dolar AS atau sekitar Rp132 miliar, berdasarkan asumsi kurs Rp16.600 per dolar AS.
Perpindahan ini membuka babak baru dalam kariernya setelah delapan musim bersama Los Angeles Lakers, dengan target membantu 76ers kembali merebut gelar juara NBA.
Pemain berusia 41 tahun tersebut juga membawa pengalaman dari empat gelar NBA yang diraihnya bersama Miami Heat, Cleveland Cavaliers, dan Los Angeles Lakers.
Dalam pernyataannya pada September, James berharap pengalamannya di kompetisi tertinggi basket Amerika Serikat bisa membantu rekan-rekan setim meningkatkan kemampuan dan mentalitas juara.
“Saya berharap bisa membawa pengalaman, pengetahuan, dan cetak biru keberhasilan kepada para pemain yang ingin mencapai sesuatu yang belum pernah mereka raih sepanjang karier,” dilansir New York Post, Jumat.
James menegaskan bahwa ia ingin memberikan pengaruh positif melalui pendekatan profesional terhadap latihan, pertandingan, dan persiapan sehari-hari.
Rumor Perselisihan dengan Joel Embiid
Kehadiran James di Philadelphia juga diwarnai kabar mengenai dugaan teguran kepada Joel Embiid karena terlambat mengikuti latihan.
Komentator Mike Breen sebelumnya menyebut James menegur Embiid setelah pemain tersebut datang beberapa menit terlambat ke lapangan latihan.
James langsung membantah kabar tersebut melalui Instagram Story dengan menulis, “Dia tidak pernah terlambat, jadi berhentilah menyebarkan kebohongan.”
Breen kemudian menyampaikan kekecewaannya atas penafsiran cerita tersebut dan meminta maaf karena pemberitaannya menimbulkan kesan yang keliru.
Ia menjelaskan bahwa maksud awalnya adalah memuji pengaruh James dalam membangun profesionalisme dan kedisiplinan di dalam tim.
Tantangan Berikutnya bagi Philadelphia
Kekalahan dari Brooklyn Nets menjadi bahan evaluasi bagi Philadelphia untuk memperkuat kerja sama antarpemain sebelum musim reguler dimulai.
James kini harus membangun chemistry bersama Embiid, Tyrese Maxey, Jaylen Brown, dan VJ Edgecombe agar komposisi pemain bertabur bintang tersebut dapat tampil konsisten.
Penampilan perdananya menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya bergantung pada jumlah poin, tetapi juga pada visi bermain, distribusi bola, dan kepemimpinan di lapangan.***