JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 4 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari ke depan.
Peningkatan kecepatan angin menjadi pemicu kondisi tersebut, sehingga nelayan, operator kapal, dan wisatawan bahari diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, menyampaikan peringatan itu di Mataram, Jumat (9/10/2026).
Menurut Ari, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Selat Lombok bagian utara dan selatan, dengan kondisi gelombang yang berbeda di masing-masing kawasan.
“Semakin kuat kecepatan angin, semakin lama durasinya, dan semakin jauh jarak tiupannya (fetch). Maka, semakin tinggi dan besar gelombang yang terbentuk,” kata Ari.
Perbedaan Tekanan Udara Picu Angin Kencang
BMKG menjelaskan, perbedaan tekanan udara antara Australia dan Asia turut memengaruhi peningkatan kecepatan angin di perairan NTB.
Pusat tekanan udara tinggi yang berada di sekitar Australia, sementara tekanan relatif lebih rendah di Asia, menjadi salah satu faktor yang mendukung terbentuknya angin lebih kencang.
Kondisi angin tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran, terutama di perairan terbuka dan jalur laut yang terdampak.
Daftar Perairan NTB Berpotensi Gelombang 4 Meter
Dalam prakiraan untuk tiga hari ke depan, BMKG memperkirakan gelombang di Selat Lombok bagian utara mencapai 1,25–2,5 meter.
Sementara itu, Selat Lombok bagian selatan berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi, yakni berkisar 2,5–4 meter.
Berdasarkan informasi BMKG yang berlaku pada 9 Oktober pukul 08.00 WITA hingga 10 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA, gelombang setinggi 2,5–4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah berikut:
- Perairan selatan Pulau Lombok.
- Perairan selatan Pulau Sumbawa.
- Selat Alas bagian utara dan selatan.
- Samudra Hindia di sebelah selatan NTB.
Potensi gelombang tinggi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang hendak menyeberang, melaut, maupun menjalankan kegiatan wisata di kawasan pesisir.
Ari mengingatkan, gelombang yang melebihi 2 meter dapat meningkatkan risiko keselamatan bagi pengguna transportasi laut dan masyarakat yang beraktivitas di perairan.
Peringatan ini terutama ditujukan kepada operator kapal, nelayan, pelaku wisata bahari, serta warga yang beraktivitas di sekitar pantai.
“Bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari, dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, waspada tinggi gelombang yang mencapai lebih dari 2 meter,” ujar Ari.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk memantau pembaruan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di laut.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah yang berpotensi mengalami gelombang hingga 4 meter, guna mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan keselamatan pelayaran.***