LUMAJANG – Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat mengalami 31 kali gempa letusan selama periode pengamatan Selasa (13/10/2026), pukul 06.00–12.00 WIB, berdasarkan laporan pemantauan aktivitas vulkanik.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga, sehingga masyarakat diminta mematuhi rekomendasi keselamatan di sekitar kawasan gunung.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mencatat gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut menunjukkan sejumlah aktivitas kegempaan selama enam jam pengamatan.
Selain gempa letusan, instrumen pemantauan merekam lima kali gempa guguran, dua kali gempa hembusan, dan dua kali gempa harmonik.
“31 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-23 mm, dan lama gempa 62-168 detik,” ungkap Sigit dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Sigit juga mencatat satu kali gempa terasa dengan skala II MMI serta satu kali gempa tektonik jauh selama periode tersebut.
Selain itu, gempa letusan memiliki amplitudo 10–23 mm dengan durasi 62–168 detik, sedangkan gempa guguran tercatat beramplitudo 2–13 mm dengan durasi 40–120 detik.
Dua gempa hembusan memiliki amplitudo 6–7 mm dengan durasi 44–46 detik, sementara gempa harmonik tercatat beramplitudo 5–7 mm dengan durasi 170–339 detik.
Gempa terasa memiliki amplitudo 45 mm, selisih waktu tiba gelombang S-P sebesar 16,25 detik, dan durasi 210 detik, dengan intensitas II MMI.
“Satu kali gempa terasa, skala II MMI dengan amplitudo 45 mm, S-P 16.25 detik dan lama gempa 210 detik,” tambah Sigit.
Sementara itu, gempa tektonik jauh tercatat memiliki amplitudo 35 mm, selisih waktu tiba gelombang S-P sebesar 20 detik, dan durasi 97 detik.
Zona Bahaya Gunung Semeru
PVMBG mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Di luar zona tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena perluasan awan panas dan aliran lahar berpotensi mencapai 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat dan wisatawan juga diminta menjauhi radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan lontaran batu pijar.
Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar perlu diwaspadai di sepanjang sungai serta lembah yang berhulu di puncak, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Ancaman lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan, sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi aliran sungai dan mengikuti arahan petugas.
Cuaca di Kawasan Semeru
Selama periode pengamatan, cuaca di sekitar Gunung Semeru dilaporkan cerah dengan angin lemah yang bertiup ke arah barat daya dan barat.
Suhu udara di kawasan tersebut berkisar 21–27 derajat Celsius, berdasarkan laporan pengamatan klimatologi PVMBG.
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau tetap waspada, tidak memasuki zona berbahaya, dan mengikuti informasi resmi dari PVMBG serta Badan Geologi untuk mengantisipasi potensi bahaya vulkanik.***