JAKARTA – Legenda Liverpool, Michael Owen, menilai kesuksesan Mohamed Salah mencetak angka impresif di Anfield ikut meningkatkan tekanan terhadap Florian Wirtz dan Bradley Barcola yang belum memenuhi ekspektasi.
Owen menyoroti besarnya biaya transfer kedua pemain serta standar performa yang terlanjur dibangun Salah selama memperkuat Liverpool.
Menurutnya, Wirtz dan Barcola bukan pemain berkualitas rendah, tetapi tuntutan terhadap rekrutan mahal membuat kontribusi mereka terus menjadi sorotan ketika tim kesulitan meraih hasil positif.
Transfer Mahal, Performa Belum Sejalan
Mengutip laporan TEAMTalk, Selasa (13/10/2026), Liverpool mendatangkan Wirtz dari Bayer Leverkusen pada Juni 2025 dengan nilai transfer £116 juta atau sekitar Rp2,75 triliun.
Gelandang serang asal Jerman itu sempat memperlihatkan kemampuan istimewa pada musim pertamanya di Merseyside, tetapi penampilannya secara keseluruhan belum sesuai dengan harapan.
Liverpool kemudian merekrut Barcola dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2026 dengan nilai transfer £123 juta atau sekitar Rp2,91 triliun.
Dengan demikian, nilai kedua transfer tersebut mencapai £239 juta atau sekitar Rp5,66 triliun berdasarkan kurs referensi £1 = Rp23.672 per 13 Oktober 2026.
Wirtz dan Barcola Gagal Menjawab Tantangan
Wirtz dan Barcola diharapkan mampu menjadi pembeda saat Liverpool menghadapi Manchester City pada Minggu, terutama karena Alexander Isak, Hugo Ekitike, dan Cody Gakpo tidak tersedia.
Namun, Liverpool justru menelan kekalahan telak 0-3 di kandang sendiri, sementara Lewis Koumas dan Victor Munoz dinilai tampil lebih menjanjikan di lini serang.
Wirtz kesulitan memberikan pengaruh berarti sepanjang pertandingan dan menjadi kandidat kuat untuk diganti setelah Ryan Gravenberch menerima kartu merah.
Sementara itu, Barcola dinilai kurang berani menguji pertahanan Manchester City yang dikawal bek kanan Matheus Nunes.
Penampilan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas belanja besar Liverpool dan kemampuan para pemain anyar untuk segera beradaptasi.
Michael Owen Soroti Efek Standar Mohamed Salah
Dalam wawancara yang dikutip Goal, Owen menjelaskan bahwa keberhasilan Salah menciptakan standar tinggi membuat pemain lain lebih sulit dinilai secara adil.
“Ini menjadi masalah bagi Liverpool terkait uang yang telah mereka keluarkan untuk sejumlah pemain,” ujar mantan penyerang Liverpool tersebut.
“Pada bursa transfer ketika mereka menghabiskan banyak uang, mereka merekrut Isak, Ekitike, dan Wirtz. Saat ini, pengeluaran tersebut belum terlihat sepadan dengan nilai yang dibayarkan.”
Owen juga menilai performa kolektif Liverpool yang menurun membuat perhatian publik semakin tertuju kepada pemain dengan harga transfer fantastis.
“Saya tidak berpikir mereka pemain yang buruk. Justru, menurut saya, mereka adalah pemain luar biasa,” katanya.
“Ketika mereka direkrut, saya sangat berharap, antusias, dan bersemangat. Namun, situasinya berkembang seperti sekarang, dengan performa tim yang tidak terlalu baik.”
Wirtz Dinilai Punya Kualitas, tetapi Keraguan Meningkat
Owen mengakui Wirtz baru membela Liverpool dalam lingkungan kompetisi yang berbeda, tetapi rekam jejaknya di liga lain dan tim nasional menunjukkan potensi besar.
Meski demikian, ia menilai gelandang tersebut belum memperlihatkan kemampuan terbaiknya secara konsisten ketika mengenakan seragam Liverpool.
“Saya menolak untuk percaya bahwa dia (Wirtz) tidak cukup bagus. Kita sudah melihat kemampuannya di liga yang berbeda dan saat membela tim nasional,” kata Owen.
“Namun, tidak diragukan lagi bahwa dia tampil di bawah performa terbaiknya bersama Liverpool dan kondisi itu sudah berlangsung lebih dari satu musim.”
Owen menegaskan Liverpool perlu menemukan cara untuk mengoptimalkan kemampuan Wirtz, sebab persoalan utamanya bukan terletak pada potensi sang pemain, melainkan bagaimana potensi tersebut bisa diwujudkan di lapangan.
“Tidak ada keraguan bahwa kemampuan itu ada dalam dirinya. Namun, apakah kemampuan tersebut bisa dikeluarkan secara maksimal masih menjadi tanda tanya besar karena situasi ini sudah berlangsung lebih dari setahun,” ujarnya.
Harga Transfer Membuat Ekspektasi Sulit Dipenuhi
Owen juga menyoroti tekanan terhadap Barcola yang baru menjalani lima pertandingan bersama Liverpool ketika komentar tersebut disampaikan.
Menurutnya, besarnya biaya transfer membuat klub mengharapkan kontribusi langsung yang luar biasa, meskipun pemain baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
“Saya tahu Barcola baru berada di sana selama lima pertandingan, tetapi bahkan untuk transfer itu pun muncul pemikiran bahwa masalahnya adalah Anda harus mencetak angka seperti Mo Salah untuk membenarkan biaya sebesar itu,” ujar Owen.
“Jika Anda adalah klub, Anda akan berpikir, ‘Baiklah, kami mengeluarkan uang sebanyak ini, jadi kami membutuhkan angka-angka seperti itu untuk membenarkannya’.”
“Dan tentu saja, tidak ada seorang pun yang akan mendekati angka-angka Mohamed Salah. Jadi, ini memang menjadi masalah.”
Pernyataan Owen menegaskan bahwa Liverpool menghadapi tantangan ganda, yakni memperbaiki performa tim sekaligus mengelola ekspektasi terhadap pemain yang direkrut dengan biaya sangat besar.***