BANDUNG — Persib Bandung resmi melaporkan insiden penyerangan terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) U-18 kepada PSSI dan I.League. Manajemen klub meminta kasus kekerasan tersebut ditangani sesuai aturan, sekaligus mengimbau Bobotoh tidak terpancing emosi atau melakukan aksi balasan.
Laporan itu disampaikan PT Persib Bandung Bermartabat sebagai langkah untuk mendorong penanganan insiden yang menimpa ofisial, pemain, dan personel tim Persib EPA U-18. Manajemen juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan rombongan serta mengawal proses investigasi hingga tuntas.
“Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk para pemain muda Persib EPA U-18, menjadi prioritas utama kami saat ini,” tulis manajemen Persib dalam keterangan resminya.
Persib berharap laporan kepada PSSI selaku induk organisasi sepak bola nasional dan I.League sebagai operator kompetisi dapat menjadi dasar penanganan kasus sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, manajemen tidak merinci lebih jauh hasil pemeriksaan maupun perkembangan penyelidikan dalam keterangan tersebut.
Di tengah penanganan kasus, Persib juga meminta para pendukungnya menjaga situasi tetap kondusif. Klub memahami kemarahan dan kekecewaan Bobotoh atas kekerasan yang menimpa rombongan tim muda Maung Bandung. Meski demikian, respons terhadap insiden tersebut diminta tetap berada dalam koridor hukum.
Manajemen mengingatkan agar Bobotoh tidak terprovokasi oleh ajakan maupun tindakan yang berpotensi memicu bentrokan baru. Aksi balasan justru berisiko memperluas persoalan dan menimbulkan kerugian bagi pihak lain.
Persib menegaskan penanganan perkara harus diserahkan kepada pihak berwenang. Klub ingin kasus tersebut diproses secara serius tanpa memunculkan konflik lanjutan di antara kelompok suporter.
Bagi Persib, insiden ini juga menjadi pengingat bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak boleh menjadi pembenaran bagi tindakan kekerasan. Persaingan antarklub semestinya berlangsung dalam batas sportivitas, penghormatan terhadap lawan, dan kepatuhan terhadap aturan.
Manajemen menyatakan tidak memberikan toleransi terhadap kekerasan, terlebih ketika tindakan tersebut menyasar pemain usia muda yang sedang menjalani pembinaan melalui kompetisi sepak bola. Keselamatan pemain dan seluruh personel tim harus tetap menjadi perhatian dalam setiap kegiatan olahraga.
Persib pun mengajak klub, kelompok suporter, operator kompetisi, serta aparat penegak hukum untuk bersama-sama mencegah kejadian serupa terulang. Penanganan yang sesuai aturan dan sikap bertanggung jawab dari seluruh pihak dinilai penting untuk menjaga lingkungan sepak bola tetap aman.
Melalui laporan kepada PSSI dan I.League serta imbauan kepada Bobotoh, Persib berharap insiden penyerangan terhadap rombongan EPA U-18 dapat ditangani tanpa memicu persoalan baru. Klub meminta semua pihak menahan diri sembari menunggu proses penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.