JAKARTA — Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Republik Indonesia, Syahganda Nainggolan, menanggapi perhatian Malaysia dan Singapura terhadap potensi kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan pemahaman bersama antarnegara dalam menyikapi persoalan tersebut.
Syahganda mengatakan, Indonesia dan negara-negara tetangga memiliki keterkaitan dalam berbagai aspek lingkungan. Menurutnya, keberadaan hutan Indonesia juga berkontribusi terhadap keseimbangan ekosistem di kawasan.
“Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya nggak ada, kita mengirim oksigen,” ujar Syahganda.
Ia menjelaskan, hubungan Indonesia dengan Malaysia selama ini berjalan cukup baik. Pemerintah, kata dia, terus berupaya menjalin komunikasi untuk menjelaskan situasi yang berkembang sekaligus menjaga hubungan baik di tengah perhatian terhadap persoalan karhutla.
Syahganda juga menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan perlu mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi alam. Ia berharap negara-negara tetangga dapat memahami beragam faktor yang berkaitan dengan terjadinya kebakaran tersebut.
“Kita juga meminta semua negara tetangga untuk memahami bahwa ini di luar beyond human error. Ini benar-benar faktor alam,” katanya.
Persoalan kabut asap lintas batas turut menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah Indonesia dan Malaysia. Kedua negara disebut terus membuka ruang dialog untuk membahas situasi yang berkembang serta kemungkinan langkah penanganan secara bersama.
Syahganda menyebut Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah mengutus Menteri Luar Negeri Malaysia untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia. Pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas persoalan karhutla dan upaya yang dapat ditempuh melalui koordinasi antarpemerintah.
Terkait tindak lanjut pertemuan tersebut, Syahganda mengatakan pembicaraan masih relatif baru berlangsung, yakni sekitar satu hingga dua hari sebelumnya. Karena itu, diperlukan koordinasi lebih lanjut untuk mengetahui perkembangan pembahasan dan langkah kerja sama yang akan dilakukan.
Melalui komunikasi diplomatik tersebut, pembahasan mengenai karhutla diharapkan dapat terus berjalan dengan mengedepankan dialog dan kerja sama regional, terutama dalam menyikapi potensi dampak kabut asap terhadap negara-negara di kawasan.