JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,94 persen ke level 5.975,78 pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin (12/10/2026).
IHSG terkoreksi 117,97 poin setelah sempat dibuka menguat ke level 6.109,32, sebelum menyentuh posisi terendah 5.971,41.
Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak konsolidasi pada kisaran 6.000–6.215 sepanjang pekan ini.
“Secara teknikal IHSG diprakirakan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 6.000-6.215 pada pekan ini.”
“Namun, perlu diwaspadai dampak kenaikan harga minyak dan perluasan cakupan saham High Shareholding Concentration (HSC),” kata Tim Analis Pasar Modal Phintraco Sekuritas, Senin, 12 Oktober 2026.
Kebijakan HSC dan Geopolitik Jadi Sorotan
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas cakupan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau HSC, termasuk saham berkapitalisasi pasar di atas Rp5 triliun.
“Hal ini berpotensi meningkatkan tekanan jual terhadap saham yang masuk dalam daftar itu dalam jangka pendek,” kata Tim Phintraco.
Tekanan pasar juga dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
Phintraco memperkirakan minyak Brent bergerak pada kisaran USD103,90–USD105 per barel, sedangkan WTI berada di rentang USD91,23–USD92 per barel.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Pelaku pasar turut mencermati pelemahan indeks sentimen konsumen University of Michigan menjadi 46,3 pada Oktober 2026, terendah sejak Mei 2026.
Agenda penting pekan ini mencakup pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada 12–18 Oktober, publikasi World Economic Outlook pada 13 Oktober, serta rilis data inflasi Amerika Serikat.
Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor dan arah perdagangan IHSG dalam beberapa hari ke depan.***