JAKARTA — Nama David Beckham mencuat dalam bursa calon Presiden FIFA menjelang Kongres ke-77 yang dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada Maret 2027. Mantan kapten Timnas Inggris itu disebut-sebut berpotensi menjadi alternatif untuk menantang Gianni Infantino yang berpeluang kembali mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di badan sepak bola dunia tersebut.
Spekulasi mengenai Beckham muncul di tengah dinamika politik internal FIFA dan pencarian figur yang dinilai mampu menjadi penantang petahana. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Beckham mengenai kemungkinan dirinya maju dalam pemilihan tersebut.
Laporan Sky Sports menyoroti nama Beckham sebagai salah satu figur yang layak dipertimbangkan dalam persaingan menuju kursi Presiden FIFA. Popularitas internasional, pengalaman di dunia sepak bola, serta jaringan yang dimilikinya menjadi sejumlah faktor yang membuat mantan pemain Manchester United dan Real Madrid itu masuk dalam pembahasan.
“Jika membutuhkan kriteria yang kuat, ada satu nama yang belum disebut: David Beckham,” tulis Sky Sports dalam analisisnya mengenai bursa calon Presiden FIFA.
Beckham saat ini dikenal sebagai salah satu figur berpengaruh dalam industri sepak bola global. Selain memiliki rekam jejak panjang sebagai pemain profesional, ia juga terlibat dalam pengembangan sepak bola melalui kepemilikan klub Inter Miami di kompetisi Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat.
Keterlibatan tersebut memperluas pengaruh Beckham di luar lapangan. Namanya tidak hanya dikenal sebagai legenda sepak bola Inggris, tetapi juga sebagai figur yang memiliki hubungan dengan perkembangan industri sepak bola modern.
Pengaruh Global Jadi Modal Beckham
Salah satu faktor yang disorot dalam analisis Sky Sports adalah jangkauan pengaruh Beckham di berbagai kawasan. Di Amerika Serikat, namanya semakin lekat dengan perkembangan sepak bola melalui Inter Miami. Sementara itu, ia juga disebut memiliki keterlibatan dalam kegiatan promosi dan pengembangan sepak bola di Asia.
Popularitas tersebut berpotensi menjadi modal untuk membangun dukungan internasional apabila Beckham benar-benar memutuskan masuk ke dalam persaingan pemilihan Presiden FIFA.
Selain pengaruh global, aspek finansial turut menjadi perhatian. Sky Sports menilai kemampuan ekonomi Beckham dapat memberinya keleluasaan dalam membiayai langkah politiknya, termasuk jika harus bersaing dengan Infantino.
“Sebagai miliarder, Beckham tidak akan dicurigai memperkaya diri dan merugikan FIFA. Yang lebih penting, ia bisa membiayai kampanye melawan Infantino,” tulis Sky Sports.
Meski demikian, popularitas dan sumber daya finansial tidak serta-merta menjamin kemenangan dalam pemilihan Presiden FIFA. Dukungan dari anggota federasi sepak bola yang memiliki hak suara tetap menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pemilihan.
Persaingan Menuju Kongres FIFA 2027
Peta persaingan menuju Kongres FIFA 2027 juga diwarnai munculnya sejumlah nama lain yang disebut berpotensi menjadi alternatif di luar petahana.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin dan mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger disebut tidak akan maju dalam bursa pemilihan. Situasi tersebut turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kemungkinan munculnya figur lain yang dapat diperhitungkan dalam persaingan kepemimpinan FIFA.
Selain Beckham, nama pengusaha Amerika Serikat Michele Kang dan Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness juga disebut sebagai figur alternatif dalam dinamika tersebut.
Kendati demikian, pencalonan Beckham masih sebatas spekulasi dan analisis media. Belum ada kepastian mengenai siapa saja yang akan maju secara resmi untuk memperebutkan jabatan Presiden FIFA pada 2027.
Beckham sendiri pernah menyampaikan kritik terhadap FIFA terkait berbagai skandal yang mencoreng organisasi tersebut. Sikap kritis itu menjadi salah satu catatan dalam pembahasan mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam persaingan kepemimpinan badan sepak bola dunia.
Dengan jadwal Kongres FIFA ke-77 yang disebut berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko, dinamika pencalonan masih berpotensi berkembang. Namun, tanpa pernyataan resmi dari Beckham maupun kepastian pencalonan para kandidat lainnya, persaingan menuju kursi Presiden FIFA belum dapat dipastikan.