JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) ingin mengembangkan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjadi sarana pembelajaran gizi, kebersihan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter siswa.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menjelaskan bahwa kegiatan makan bersama dapat dimanfaatkan untuk membiasakan anak menjalani pola hidup sehat sekaligus mengenali manfaat nutrisi dalam makanan.
Sebelum menyantap hidangan, siswa dibiasakan mencuci tangan dengan benar serta mengikuti prosedur kebersihan selama proses penyiapan dan penyajian makanan.
Guru juga diharapkan menjelaskan kandungan gizi setiap menu, seperti karbohidrat dari nasi sebagai sumber energi, protein dari ayam, serta mineral dan vitamin dari sayuran.
“Nah, inilah yang mungkin memakan waktu cukup banyak, yaitu proses sebelum mengonsumsi makanan bergizi gratis itu sendiri.”
“Sejauh ini, kita telah memikirkan solusi yang potensial bisa kita terapkan, di mana kita berharap program makan bergizi gratis ini akan menjadi bagian dari kurikulum sekolah,” terang Tysa dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Menurut Tysa, konsep tersebut menempatkan MBG bukan hanya sebagai program penyediaan makanan, melainkan juga sebagai kesempatan untuk menanamkan pengetahuan tentang gizi dan kesehatan sejak dini.
“Begini, ketika makanan tiba di sekolah, anak-anak diajari cara mencuci tangan dengan baik dan benar, sebagaimana diingatkan oleh guru-guru mereka,” lanjutnya.
Melalui sistem prasmanan, siswa juga berkesempatan belajar berbagi, saling melayani, menghormati teman, serta menerapkan etika makan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Meski memiliki nilai edukasi, penerapan prasmanan membutuhkan persiapan sekitar 30–45 menit karena sekolah harus memastikan seluruh tahapan kebersihan dan penyajian berjalan sesuai prosedur.
BGN pun mempertimbangkan integrasi kegiatan tersebut ke dalam pembelajaran sekolah, termasuk kemungkinan menjadikannya muatan lokal yang perlu dibahas bersama kementerian terkait.
Tysa berharap koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat memperluas penerapan sistem prasmanan MBG ke lebih banyak sekolah di Indonesia.
BGN menargetkan sistem prasmanan dalam program MBG dapat diterapkan di hingga 3.000 sekolah di seluruh Indonesia pada akhir 2026.***