JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas uji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah mendapat respons positif dari sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menyebut tahap pertama melibatkan 66 sekolah, sedangkan gelombang kedua menambahkan 21 sekolah sehingga jumlah lokasi uji coba menjadi 87.
Antusiasme tersebut menunjukkan adanya minat dari sekolah dan SPPG untuk menerapkan metode penyajian makanan yang berbeda dari sistem kotak makan.
Meski demikian, BGN menegaskan bahwa penerapan MBG prasmanan tidak boleh dilakukan secara mandiri tanpa persetujuan kantor pusat BGN.
“Namun, yang perlu dipahami adalah tidak ada SPPG yang diizinkan untuk melakukan MBG gaya prasmanan jika mereka belum mendapatkan lampu hijau atau izin dari Badan Gizi Nasional,” ungkap Tyza, Selasa (27/10/2026).
Menurut Tysa, persetujuan diperlukan agar setiap pelaksana mengikuti prosedur operasional standar (SOP) yang mengatur proses penyajian makanan kepada penerima manfaat.
Aturan tersebut mencakup penerapan kebersihan, pencegahan kontaminasi, dan pemenuhan kebutuhan gizi sesuai ketentuan Angka Kecukupan Gizi (AKG).
BGN menilai pengawasan terpusat penting untuk menjaga mutu pelaksanaan program sekaligus mencegah masalah keamanan pangan saat sistem prasmanan diterapkan di sekolah.
Target perluasan hingga 3.000 sekolah pada akhir 2026 menjadi salah satu agenda pengembangan metode tersebut, dengan tetap memperhatikan evaluasi dan kesiapan setiap lokasi.***