JAKARTA – Sebanyak 34 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produsen genteng di Majalengka, Jawa Barat, menyiapkan 2,4 juta genteng tanah liat untuk mendukung program gentengisasi pemerintah.
Pengiriman jutaan genteng tersebut dijadwalkan menggunakan 600 truk yang direncanakan mulai berangkat pada 8 November 2026 menuju berbagai wilayah di Jawa Barat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, melaporkan kesiapan produksi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Seluruh produsen yang terlibat telah memenuhi persyaratan mutu melalui sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan produk sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sudah ada 34 UMKM yang lolos SNI, artinya mereka sudah punya sertifikasi yang kuat dan lolos uji. Ke-34 UMKM ini menyiapkan 2,4 juta genteng produk UMKM dari tanah liat,” ujar dia.
Keterlibatan puluhan produsen lokal dalam program gentengisasi diharapkan memperkuat daya saing UMKM sekaligus membuka peluang pemasaran produk tanah liat ke pasar yang lebih luas.
“UMKM-nya juga (tak hanya) maju, tetapi berkualitas karena ada standar tadi. Sebanyak 2,4 juta genteng ini cukup besar untuk sebuah pengiriman dan pemasaran genteng yang akan dikirim ke banyak titik di Jawa Barat,” jelasnya.
Distribusi dalam jumlah besar tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menggerakkan aktivitas ekonomi daerah melalui peningkatan produksi dan penyerapan hasil usaha masyarakat.
Selain Majalengka, pemerintah berharap manfaat program serupa dapat menjangkau pelaku usaha di Malang dan sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Ini bisa dicek, sangat membahagiakan UMKM-UMKM sehingga roda ekonomi bergerak di daerah-daerah seperti di Majalengka, nanti kemudian juga di Malang, dan di berbagai tempat di Indonesia,” katanya.
Dengan dukungan sertifikasi mutu dan distribusi berskala besar, program gentengisasi diharapkan memperluas akses pasar bagi produk lokal sekaligus meningkatkan peluang pertumbuhan usaha produsen genteng nasional.***