JAKARTA – Melalui Operasi Lilin 2024, Polri terus memantau situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Hingga saat ini, arus lalu lintas masih terpantau ramai di jalur tol utama.
Juru Bicara Operasi Lilin 2024, Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan bahwa, pergerakan kendaraan keluar dan masuk Jakarta melalui beberapa gerbang tol utama masih cukup signifikan. “Pergerakan kendaraan cukup signifikan, terutama di jalur tol utama. Kami terus berupaya berupaya memastikan kelancaran arus lalu lintas dengan berbagai strategi rekayasa lalu lintas,” ungkap Ibrahim kepada wartawan, Minggu (29/12).
Dia menjelaskan, di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, kendaraan yang keluar Jakarta tercatat sebanyak 12.363 unit dan yang masuk 16.145 unit. Sementara itu, di GT Kalihurip Utama, kendaraan yang keluar Jakarta mencapai 12.423 unit dan yang masuk 19.192 unit. Adapun di GT Cikupa, kendaraan keluar mencapai 25.537 unit, sementara yang masuk sebanyak 23.278 unit. Di GT Merak, tercatat kendaraan keluar sebanyak 3.909 unit dan masuk 3.998 unit, serta di GT Ciawi, kendaraan keluar mencapai 13.105 unit dan masuk 18.500 unit.
Ibrahim menambahkan, sejauh ini terdapat 190 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 25 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 293 orang luka ringan. “Ini adalah pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati di jalan. Keselamatan adalah prioritas utama,” kata Ibrahim.
Lebih lanjut, Ibrahim juga melaporkan bahwa aktivitas di Pelabuhan Merak cukup signifikan. Sejumlah 184 trip kapal beroperasi, dengan 66.104 penumpang dan kendaraan yang melintasi, termasuk 2.956 unit sepeda motor, 7.429 unit mobil, 618 bus, dan 5.038 truk.
Beberapa langkah rekayasa lalu lintas juga diberlakukan untuk mengatasi kepadatan. Di antaranya, pemberlakuan contra flow pada pukul 06.00-13.00 WIB di KM44-KM46 dan pukul 15.30 WIB di KM44-KM42. Sementara itu, di jalur arteri selatan, diberlakukan one way mulai di Limbangan dan Tarogong pada waktu tertentu, serta di kawasan Wisata Puncak dan Lembang pada jam-jam padat. “Rekayasa ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kemacetan, terutama di titik-titik rawan,” tegas Ibrahim.
Sebelumnya, PT Jasa Marga mencatat adanya peningkatan arus lalu lintas yang signifikan, terutama di sekitar Tol Jabotabek dan Jawa Barat pada H+2 Natal 2024. “Volume lalu lintas yang kembali ke Jabodetabek dari arah Cikampek dan Puncak atau Sukabumi terdistribusi melalui Gerbang Tol (GT) Halim, GT Cikunir 6, dan GT Ciawi 2,” kata Senior General Manager Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, dalam keterangannya, Sabtu 28 Desember 2024.
Widiyatmiko menyebutkan, sebanyak 108.851 kendaraan tercatat kembali ke Jabodetabek, meningkat 5.55 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang hanya 103.123 kendaraan. Di GT Halim, volume kendaraan arah Jakarta tercatat sebanyak 64.083 unit, naik 1.66 persen dari lalu lintas normal sebanyak 63.037 unit. Sementara itu, di GT Cikunir 6 dan GT Ciawi 2, volume kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat masing-masing naik sebesar 29.66 persen dan 7.44 persen.
Di wilayah Jawa Barat, tercatat 136.919 kendaraan meninggalkan Kota Bandung dan sekitarnya, meningkat 14.40 persen dibandingkan volume lalu lintas normal sebanyak 119.686 kendaraan. Di GT Cileunyi, sebanyak 31.701 kendaraan tercatat meninggalkan wilayah Rancaekek, Garut, dan sekitarnya, sementara 35.724 kendaraan lainnya meninggalkan Bandung melalui GT Cileunyi. “Volume lalu lintas yang meninggalkan Bandung juga tercatat meningkat, yakni 17.94 persen dibandingkan lalu lintas normal,” tambah Widiyatmiko.