JAKARTA – Menanggapi tragedi kecelakaan pesawat Jeju Air yang merenggut nyawa 179 orang, beberapa stasiun televisi di Korea Selatan membatalkan atau menunda acara penghargaan akhir tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para korban selama masa berkabung nasional selama tujuh hari ke depan.
Kecelakaan tragis ini terjadi pada Minggu pagi (29/12) ketika pesawat Jeju Air yang terbang dari Bangkok, Thailand, menuju Muan, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, terbakar setelah mendarat dalam posisi terbalik dan menabrak bangunan di ujung landasan pacu.
Hanya dua orang yang berhasil selamat dari 181 penumpang lainnya, menjadikannya salah satu insiden penerbangan paling mematikan di Korea Selatan menurut The Korea Times, Senin.
Acara penghargaan akhir tahun merupakan tradisi besar di stasiun televisi Korea, menampilkan kolaborasi istimewa dan kinerja terbaik dari para aktor, penyanyi, serta artis.
Namun, menyusul kecelakaan ini, stasiun-stasiun televisi mengalihkan fokusnya ke program darurat dan membatalkan acara perayaan yang telah dijadwalkan.
MBC, misalnya, membatalkan acara penghargaan hiburan tahunannya hanya beberapa jam setelah kecelakaan. Menurut pihak MBC, melanjutkan acara perayaan selama tragedi nasional adalah hal yang tidak pantas. Untuk itu, acara tersebut dibatalkan sepenuhnya.
Acara MBC Drama Awards 2024 yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin (30/12) juga ditunda. Siaran langsung acara ini dibatalkan, dan upacara penghargaan akan direkam terlebih dahulu untuk disiarkan di lain waktu.
Sementara itu, MBC Gayo Daejejeon, festival musik akhir tahun tahunan, yang telah menyelesaikan beberapa proses pra-rekaman, juga ditangguhkan dari jadwal tayang Selasa (31/12).
Selain MBC, ada juga SBS yang menjadi stasiun televisi pertama yang secara resmi membatalkan SBS Entertainment Awards yang rencananya berlangsung Selasa (31/12).
Meski acara ini sangat dinantikan dengan harapan besar pada program varietas seperti Running Man dan Kick a Goal, seluruh jadwalnya dibatalkan tanpa rencana penayangan ulang.
Stasiun penyiaran publik terbesar Korea Selatan, yaitu KBS, juga menyesuaikan acaranya dengan merekam terlebih dahulu Drama Awards pada Selasa (31/12) alih-alih menyiarkannya secara langsung. Sebagai tanda berkabung, para peserta akan mengenakan pakaian hitam dan putih. KBS menyatakan bahwa informasi tentang jadwal siaran ulang dan pengumuman pemenang akan diberikan di kemudian hari.
Keputusan membatalkan sejumlah acara televisi ini mengingatkan pada masa berkabung nasional pada 2022, ketika tragedi kerumunan saat Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, menyebabkan 159 orang meninggal dunia.
