BANDUNG – Seorang Warga Negara Singapura diduga menjadi korban pelecehan seksual di Jalan Braga, Kota Bandung. Peristiwa itu terjadi saat perayaan tahun baru.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Arief Syaifudin, menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kejadian ini sangat disayangkan, mengingat Kota Bandung sebagai destinasi wisata utama selalu mengutamakan kenyamanan para pengunjung.
Dari pengakuan Darien, kekasih dari korban yang bernama Joana, insiden tersebut bermula ketika mereka sedang menikmati jalan-jalan santai di Jalan Braga. Saat keduanya sedang merekam vlog dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka di Bandung, mereka tiba-tiba diikuti oleh sekelompok pria yang tidak dikenal. Darien mengungkapkan bahwa mereka merasa terancam dan tidak nyaman karena penguntitan yang berlangsung selama 10 menit.
“Kami berjalan di Jalan Braga dan diikuti selama 10 menit oleh sekelompok anak laki-laki,” ujar Darien dalam konfirmasinya melalui media sosial.
Merasa ada yang janggal, Darien dan Joana sempat menoleh untuk melihat siapa yang mengikuti mereka. Setelah itu, mereka memutuskan untuk bergeser ke jalan lain, sementara kelompok pelaku masuk ke dalam sebuah toko.
Kepolisian dan Satpol PP Kota Bandung langsung turun tangan untuk mencari dan mengidentifikasi para pelaku yang diduga melakukan pelecehan. Sementara itu, Arief Syaifudin mengungkapkan bahwa kenyamanan wisatawan di Bandung menjadi prioritas utama bagi pemerintah kota.
“Kami mohon maaf apabila para wisatawan yang sedang berlibur di Kota Bandung terganggu oleh ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Pada prinsipnya kenyamanan para wisatawan adalah prioritas kami,” ujarnya menambahkan.
Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan yang dapat mengganggu pengalaman wisatawan di Kota Bandung.