JAKARTA – PSSI, melalui anggota Komite Eksekutif (Exco) Arya Sinulingga, memberikan tanggapan terkait isu negatif yang melibatkan Patrick Kluivert, pelatih baru Timnas Indonesia.
Kluivert, yang dirumorkan menggantikan Shin Tae-yong, disebut-sebut terlibat dalam berbagai kasus, mulai dari pelecehan seksual, hutang judi sebesar Rp 16 miliar kepada geng kriminal, hingga tuduhan pengaturan pertandingan.
Dalam pernyataannya, Arya menegaskan Kluivert tidak terbukti bersalah dalam kasus-kasus tersebut.
“Yang pasti kalau dia terlibat match fixing ataupun pengaturan skor atau apapun yang berhubungan judi dengan itu, sudah pasti orangnya di-blacklist di Eropa,” kata Arya kepada wartawan, Selasa (7/1).
Arya juga memastikan bahwa Kluivert dan dua kandidat lainnya untuk posisi pelatih Timnas Indonesia telah lolos verifikasi.
“Kalau ada hoaks entah siapapun namanya, yang pasti tiga nama kandidat itu tidak di-blacklist di Eropa. Kalau di-blacklist, tidak mungkin kita panggil,” tegasnya.
Nama Kluivert sebelumnya disebut oleh jurnalis Italia Fabrizio Romano sebagai pelatih baru Timnas Indonesia yang akan diumumkan resmi oleh PSSI pada 12 Januari 2025.
Pernyataan tersebut sesuai dengan petunjuk yang diberikan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang menyebut calon pelatih berasal dari Belanda.
Erick juga mengakui Kluivert termasuk dalam kandidat yang telah diwawancarai PSSI.