MAKASSAR – Bentrokan antar dua kelompok mahasiswa terjadi di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Jumat kemarin. Insiden tersebut menyebabkan seorang mahasiswa terluka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum mahasiswa menggunakan senjata tajam pada saat bentrokan. Kejadian di kampus UMI ini sempat memicu kepanikan di kalangan civitas akademika..
Bentrokan bermula dari percekcokan antara dua mahasiswa yang kemudian melibatkan beberapa mahasiswa lainnya.
Dua di antaranya terlihat membawa parang. Petugas keamanan kampus yang berusaha menenangkan situasi tidak berhasil mencegah konflik yang semakin memanas.
Beberapa mahasiswa muncul dari berbagai arah dengan membawa senjata tajam, memperburuk keadaan.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, membenarkan adanya bentrokan antar mahasiswa ini. “Iya ada bentrok antarmahasiswa di dalam kampus, satu orang terluka dan sudah dirawat,” ujar Arya saat dikonfirmasi pada Sabtu (1/2/2025).
Meski bentrokan berlangsung singkat, upaya cepat dari petugas keamanan kampus, dosen, dan kepolisian berhasil meredakan kericuhan sebelum semakin meluas.
Mahasiswa yang terluka dalam insiden ini berinisial AY (19). Ia mengalami luka di pelipis, leher, serta memar di bagian punggung dan sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Kombes Arya mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu oleh saling ejek antar mahasiswa, yang berkembang menjadi keributan besar.
“Awal mula kejadian karena ada ejek-ejekan antarmahasiswa, dan tidak terima sehingga terjadi perselisihan paham (bentrok),” jelasnya.
Saat ini, pihak kampus dan kepolisian tengah berupaya mencari solusi agar bentrokan serupa tidak terulang di masa depan.
Kepolisian juga akan terus melakukan pengawasan untuk menjaga keamanan di sekitar kampus. Pihak UMI juga diharapkan bisa mengambil langkah tegas dalam menangani masalah internal untuk mencegah terjadinya kekerasan lebih lanjut di lingkungan kampus.
