JAKARTA – Proses penghapusan utang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan secara bertahap, dengan mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan bantuan kepada pengusaha kecil yang terdampak kesulitan finansial. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, memastikan upaya ini tengah berlanjut meskipun ada sejumlah tantangan teknis yang dihadapi.
“Ya, dalam proses semua. Ini lagi dituntas, pelan-pelan,” ujar Maman Abdurrahman di Jakarta, Minggu (2/2).
Maman menjelaskan bahwa kendala terbesar yang dihadapi adalah luasnya wilayah Indonesia serta jarak yang jauh antara para pelaku UMKM yang tersebar di berbagai daerah. “Karena begini, itu rata-rata tersebarnya jauh-jauh kan,” katanya.
Namun demikian, kebijakan penghapusan utang ini telah mendapat dukungan penuh dari Himpunan Bank Negara (Himbara), yang telah menyetujui pelaksanaannya. Dengan persetujuan tersebut, Maman memastikan bahwa program tersebut sudah berjalan dan mulai menunjukkan hasil yang positif.
“Sebetulnya per sekarang ini sudah menuju. Sudah jalan. Cuma memang ini sudah jalan semua. Sekarang saja sudah angkanya sudah puluhan ribu,” jelas Maman, dilansir dari merdeka.com.
Menurut Maman, pendataan UMKM yang menjadi penerima manfaat program ini telah dilakukan secara menyeluruh. “Sudah (semua pendataan lengkap),” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet Kepada UMKM pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan sektor UMKM lainnya.
“Setelah mendengar saran dan aspirasi banyak pihak terutama dari kelompok-kelompok tani dan nelayan di seluruh Indonesia, pada hari ini Selasa, 5 November 2024, saya akan menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2024,” kata Prabowo dalam keterangannya, yang dikutip pada 7 November.
Prabowo berharap kebijakan ini dapat membantu produsen pada sektor pertanian, nelayan, dan UMKM agar mereka dapat melanjutkan usaha mereka dan semakin berdaya guna untuk kemajuan bangsa. Presiden juga menambahkan bahwa seluruh persyaratan teknis dan administrasi akan ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait.
Lebih lanjut, Prabowo berharap petani, nelayan, dan pelaku UMKM di Indonesia dapat bekerja dengan tenang, penuh semangat, serta keyakinan bahwa mereka dihargai sebagai produsen pangan yang sangat vital bagi negara.