Badai terbesar di dunia yang dirangkum dalam artikel ini menggambarkan catatan sejarah yang kelam dan mengerikan tentang betapa bencana alam bisa menyebabkan kehancuran luar biasa, baik dari segi korban jiwa maupun kerugian ekonomi.
Sebuah fenomena cuaca luar biasa terjadi di Samudera Hindia pada Selasa (4/2/2025). Mata badai berukuran sebesar Pulau Jawa terdeteksi di perairan dekat Yogyakarta dan Jawa Barat, memicu kehebohan di berbagai platform media sosial.
Perbincangan ramai di media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, menunjukkan kekhawatiran dan spekulasi dari warganet. Banyak yang mengaitkan kemunculan badai ini dengan angin kencang yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.
Badai dengan skala besar seperti itu sebanarnya bukanlah fenomena baru dalam sejarah meteorologi dunia. Dari Samudera Pasifik hingga Atlantik, beberapa badai terbesar yang pernah tercatat telah menyebabkan kehancuran besar dan perubahan iklim yang signifikan.
Bagaimana sejarah mencatat badai paling dahsyat yang pernah melanda dunia? Berikut ulasannya.
Deretan Badai Terbesar di Dunia Sepanjang Sejarah
Berikut adalah beberapa badai terbesar di dunia yang pernah terjadi dalam catatan sejarah
1. Super Typhoon Nina
Salah satu badai terbesar di dunia adalah Super Typhoon Nina, yang menerjang Tiongkok pada tahun 1930. Dengan lebar mencapai 10 km dan ketinggian gelombang antara 3 hingga 7 meter, badai ini melintasi daratan dengan kecepatan 31 mph.
Dampaknya sangat luas, dengan jangkauan angin sejauh 55 km dan lebar 15 km, merusak ribuan bangunan serta memicu banjir besar.
Ribuan orang tersapu arus deras, sementara korban jiwa akibat bencana ini mencapai 145.000 orang, termasuk akibat penyakit dan kelaparan pasca-badai. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai US$1,2 miliar.
2. Topan Bhola
Sebelum menjadi negara merdeka, Bangladesh sempat dilanda salah satu badai terbesar di dunia, yakni Topan Bhola pada tahun 1970. Badai Kategori 3 ini menyapu sebagian besar wilayah, menimbulkan kehancuran yang luar biasa.
Jumlah korban jiwa akibat Topan Bhola diperkirakan mencapai 300.000 hingga 1 juta orang, menjadikannya salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah.
Selain korban manusia, badai ini juga menghancurkan infrastruktur dan menyebabkan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Bangladesh.
3. The Vargas Tragedy
Badai yang terjadi di pantai Vargas, Venezuela, pada 14-16 Desember 1999 ini masuk dalam daftar badai terbesar di dunia karena dampaknya yang luar biasa. Hujan deras yang berlangsung selama tiga hari memicu banjir bandang serta tanah longsor besar.
Lebih dari 8.000 rumah dan 700 gedung apartemen hancur akibat terjangan puing-puing yang terbawa arus.
Tidak hanya itu, infrastruktur seperti jalan raya, jaringan listrik, dan sistem telekomunikasi juga mengalami kerusakan parah.
Bencana ini menelan korban jiwa sekitar 30.000 orang, tetapi hanya 1.000 jenazah yang berhasil ditemukan. Kerugian ekonomi akibat tragedi ini mencapai US$1,7 miliar.
4. The Great Hurricane 1780
Salah satu badai terbesar di dunia sepanjang sejarah terjadi pada Oktober 1780 di kawasan Karibia.
Badai Kategori 5 ini memiliki kecepatan angin lebih dari 200 mph, cukup kuat untuk menghancurkan bangunan batu, merobohkan benteng, bahkan mengangkat meriam dari tempatnya.
Dampak badai ini sangat mengerikan, dengan korban jiwa mencapai 22.000 orang. Kehancuran yang ditinggalkannya masih dikenang sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Karibia.