JAKARTA – Anggota Komisi I DPR, Taufiq R Abdullah, mengecam usulan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyarankan agar warga Palestina mendirikan negara di wilayah Arab Saudi. Usulan itu dianggap sangat tidak logis dan mencerminkan sikap culas.
“Pernyataan Netanyahu tidak hanya tak masuk akal, tapi juga memperlihatkan sikap penuh keangkuhan. Seakan-akan, Netanyahu menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang bisa menentukan nasib bangsa lain, bahkan bangsa Palestina,” ujar Taufiq saat diwawancarai wartawan.
Menurut Taufiq, perilaku Israel yang selama ini kerap menindas Palestina tanpa mendapatkan reaksi yang memadai dari dunia internasional, kecuali kecaman tanpa tindakan nyata, semakin menunjukkan kebijakan mereka yang tidak terkontrol.
“Belum ada hukuman tegas terhadap Israel, dan negara-negara besar di dunia justru memilih bersikap acuh tak acuh, bahkan ada yang mendukungnya. Sementara negara-negara di kawasan Teluk lebih fokus pada egoisme masing-masing, yang membuat mereka sulit untuk bersatu,” tambahnya.
Taufiq juga menyoroti lemahnya lembaga internasional yang seharusnya bisa bertindak lebih tegas dalam menyikapi isu ini. Meski demikian, ia berharap pernyataan Netanyahu ini justru bisa menjadi momentum bagi negara-negara Teluk untuk berkolaborasi lebih erat, guna menghentikan aksi-aksi Israel yang dianggapnya semakin mencederai hak-hak Palestina.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR lainnya, Wakil Ketua Komisi I Dave Laksono, juga memberikan tanggapan serupa. Ia menilai usulan Netanyahu tak masuk akal, bahkan bertentangan dengan rasa kemanusiaan.
“Bagaimana mungkin mengusir orang dari tanah mereka dan kemudian memindahkan mereka ke wilayah negara lain? Itu sama sekali tidak logis,” tegas Dave,
Dave menambahkan, Indonesia tetap konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan kedaulatan atas tanah mereka sendiri. “Sikap Indonesia tidak berubah. Kami selalu mendukung Palestina dan mendorong perdamaian melalui diplomasi untuk mencapai solusi yang adil dan permanen,” ujarnya.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dalam responnya terhadap pernyataan Netanyahu, juga dengan tegas menolak usulan tersebut. Mereka menyebutnya sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari tindakan-tindakan brutal yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina, khususnya di Gaza.
“Arab Saudi menegaskan bahwa rakyat Palestina berhak atas tanah mereka sendiri, dan mereka bukanlah pengungsi yang bisa dipindahkan kapan saja oleh Israel,” tegas Kemenlu Saudi, seperti dikutip dari Aljazeera, Minggu (9/2/2025).
