JAKARTA – Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) dan Hugua pastikan tidak ada pemangkasan pegawai. Andi dan Hugua mengaku akan fokus pelayanan publik
Andi mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Sulawesi Tenggara yang telah memberikan amanah kepada dirinya untuk memimpin.
Lebih lanjut, Gubernur Sultra yang akrab disapa ASR ini menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan pelayanan publik yang berkualitas.
ASR-Hugua berfokus pada tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah pusat, di mana ASR menegaskan pentingnya peran provinsi dalam mendukung kebijakan nasional.
“Provinsi adalah bagian dari pemerintah pusat. Kita wajib mendukung kebijakan pemerintah pusat,” ungkapnya.
Andi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat.
Mengenai isu efisiensi yang beredar di masyarakat, ASR dengan tegas memberikan klarifikasi. Ia memastikan bahwa tidak ada kebijakan pengurangan gaji atau pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai kontrak di wilayahnya.
“Kami tidak akan mengurangi gaji, jadi jangan sampai ada yang salah paham bahwa efisiensi ini berhubungan dengan pemotongan gaji. Kami juga tidak akan ada PHK untuk pekerja kontrak,” ungkap ASR dengan tegas.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur ASR juga mengimbau kepada seluruh SOPD agar terus memberikan pelayanan publik yang lebih cepat dan responsif. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan 39 program Quick Win 100 Hari yang telah dicanangkan oleh pasangan ASR-Hugua.
“Saya sudah melihat perkembangan yang sudah on the track. Ke depan, saya akan terus berusaha membawa Sultra ke arah yang lebih baik,” tutupnya
Dengan fokus pada efisiensi tanpa mengorbankan kesejahteraan pegawai, serta komitmennya untuk menyelesaikan program-program prioritas, Gubernur ASR-Hugua siap memimpin Sulawesi Tenggara menuju perubahan yang lebih maju dan sejahtera.