KALTARA – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Hary Sudwijanto akhirnya bertemu dengan Pangdam IV Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha. Pertemuan ini digelar untuk meredakan ketegangan antara kedua institusi dan mencari solusi atas insiden yang menewaskan enam anggota polisi serta merusak sejumlah fasilitas di Mapolres Tarakan.
Insiden Penyerangan Mapolres Tarakan
Insiden ini terjadi sekitar pukul 23.30 WITA, di mana sejumlah oknum diduga dari TNI melakukan penyerangan terhadap Mapolres Tarakan. Akibatnya, enam anggota polisi mengalami luka-luka dan beberapa fasilitas penting, seperti pos penjagaan, SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), dan ruang Kapolres, mengalami kerusakan, termasuk pecahnya kaca di beberapa area.
Pertemuan Damai Kapolda Kaltara dan Pangdam IV Mulawarman
Dalam upaya meredakan ketegangan, Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto bersama dengan pejabat utama lainnya, termasuk Kapolres Tarakan, melakukan pertemuan dengan Pangdam IV Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha beserta jajarannya. Pertemuan ini digelar di Mapolres Tarakan dan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menyelesaikan konflik antara kedua belah pihak.
Komitmen Bersama untuk Penyelesaian Hukum
Dalam pernyataannya, Irjen Pol Hary Sudwijanto menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan bersama untuk mengungkap akar permasalahan dan menindak tegas pelaku. “Kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk menyelesaikan permasalahan ini. Saat ini, enam anggota polisi masih dalam perawatan akibat luka-luka yang diderita,” ujar Hary pada Selasa (25/2/2025).
Sementara itu, Pangdam IV Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas anggota TNI yang terbukti terlibat dalam insiden ini. “Kami akan memproses hukum secara tegas jika ada anggota TNI yang terlibat. Saat ini, kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait insiden ini,” tegas Rudy.
Dampak Insiden dan Harapan Masyarakat
Insiden ini telah menarik perhatian masyarakat, khususnya warga Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Masyarakat berharap agar kedua institusi dapat bekerja sama untuk mengusut tuntas kasus ini dan mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan. Kerjasama antara TNI dan Polri dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Kedua pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi guna menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu konflik di masa depan. Selain itu, upaya penyelidikan bersama diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI dan Polri.
Insiden penyerangan Mapolres Tarakan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan harmonis antara TNI dan Polri, serta perlunya penegakan hukum yang tegas dan transparan untuk menjaga kepercayaan publik.