TANJUNG BALAI KARIMUN – TNI AL Tim Fleet One Quick Response (F1QR) dari Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) berhasil gagalkan penyelundupan ratusan butir pil ekstasi di Perairan Tanjung Batu. Upaya penyelundupan tersebut melibatkan tiga orang terduga pelaku yang membawa pil ekstasi.
Penyelundupan ini terungkap setelah tim F1QR Lanal TBK yang sedang melaksanakan patroli laut, mendeteksi sebuah kapal cepat (boat pancung) yang mencurigakan, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tanjung Batu menuju Penyalai.
Tim yang sigap langsung melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan kapal tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan empat buah ransel yang masing-masing berisi pil ekstasi dalam 48 kemasan plastik terbungkus rapi. Ternyata, pil-pil tersebut mengandung metamfetamin, zat aktif yang terdapat dalam ekstasi, sebagaimana hasil uji dari tim narkotika Bea Cukai DJBC Khusus Kepri.
Dalam konferensi pers yang digelar di Markas Komando Lantamal IV Batam, Panglima Koarmada I, Laksda TNI Yoos Suryono, menegaskan bahwa TNI AL senantiasa berkomitmen untuk memperkuat deteksi dini dan intensifikasi patroli laut untuk mengantisipasi peredaran narkoba.
“Peredaran narkoba yang berasal dari Malaysia ini akan disalurkan melalui jalur tikus dan sangat merusak generasi bangsa. TNI AL berkomitmen untuk memberantasnya,” ujar Pangkoarmada I.
Saat ini, ketiga pelaku yang masing-masing berinisial AG (54), BK (47), dan RA (40), sudah diamankan di Markas Komando Lanal TBK untuk pemeriksaan lebih lanjut, guna mengungkap jaringan yang lebih besar di balik peredaran narkoba ini.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan TNI AL terus mendukung upaya pemberantasan narkotika sebagai perintah langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan instruksi “Basmi Peredaran Narkoba”.
Semua jajaran TNI AL telah diperintahkan untuk meningkatkan patroli maritim dan pengawasan ketat di jalur-jalur penyelundupan, khususnya di wilayah perbatasan yang sering dimanfaatkan oleh sindikat internasional.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin, Komandan Lantamal IV Batam, Laksma TNI Berkat Widjanarko, Asops Pangkoarmada I, Wadan Lantamal IV Batam, Kajari Batam, Kepala BNN Provinsi Kepri, dan Kepala KPU Bea Cukai Tipe-B Batam.