JAKARTA – TNI AL berhasil gagalkan upaya penyelundupan 12 pekerja migran illegal ke Malaysia do Selat Malaka. Belasan pekerja migran illegal itu terjaring oleh KRI Lepu-861.
Awal Penangkapan
Aksi penangkapan bermula ketika awak KRI Lepu-861 mendeteksi kapal motor mencurigakan melalui radar. Kapal tersebut terlihat bergerak di sekitar perbatasan Indonesia-Malaysia, sekitar 3 mil laut dari posisi KRI Lepu-861. Setelah melakukan pengejaran dan penghentian sesuai prosedur, tim TNI AL memeriksa kapal motor tersebut.
Temuan Mencurigakan
Hasil pemeriksaan mengungkapkan 12 orang yang diduga PMI non-prosedural dan 3 anak buah kapal (ABK). Kapal tersebut juga membawa sejumlah barang, termasuk cadangan bahan bakar, bahan sembako, dan satu bandel judi bingo. Seluruh PMI dan ABK langsung digiring ke Markas Komando Lanal Tanjung Balai Asahan (TBA) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tindak Lanjut
Setelah koordinasi dengan Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha, 12 PMI non-prosedural diserahkan ke Kantor Imigrasi Tanjung Balai Asahan. Sementara itu, 3 ABK dan barang bukti tetap berada di Mako Lanal TBA untuk proses hukum lebih lanjut.
Komitmen TNI AL Jaga Kedaulatan Laut
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI.
“Kami terus meningkatkan patroli maritim dan memperketat pengawasan di jalur-jalur rawan penyelundupan, terutama di wilayah perbatasan,” tegasnya.
TNI AL juga mengandalkan sistem deteksi dini melalui kapal-kapal patroli seperti KRI Lepu-861 dan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang selalu siap siaga. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi maraknya kejahatan lintas negara, termasuk penyelundupan manusia dan barang ilegal.
Upaya Pencegahan Ke Depan
Operasi ini menjadi bukti keseriusan TNI AL dalam memberantas praktik penyelundupan manusia dan barang ilegal. Dengan patroli intensif dan koordinasi antarnegara, TNI AL berharap dapat meminimalisir pelanggaran di perairan Indonesia, khususnya di Selat Malaka yang menjadi titik rawan kejahatan lintas batas.
“Kami akan terus bekerja keras untuk melindungi kedaulatan laut Indonesia dan memastikan keamanan bagi seluruh warga negara,” pungkas KSAL