JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan operator seluler untuk memastikan kelancaran komunikasi selama periode mudik Lebaran 2025. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menawarkan diskon paket data hingga 50% selama Ramadan hingga Lebaran.
Selain promo khusus ini, Komdigi juga mendirikan posko pemantauan jaringan serta membentuk satuan tugas yang beroperasi selama 24 jam penuh untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap stabil. Menteri Komdigi, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemantauan ini dilakukan melalui 35 unit pelaksanaan teknis monitor spektrum frekuensi radio di seluruh Indonesia.
“Kemkomdigi bersama operator seluler juga akan membentuk satuan tugas dan posko yang akan beroperasi 24 jam di paling tidak 35 unit pelaksanaan teknis monitor spektrum frekuensi radio seluruh Indonesia,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Kamis (20/3/2025).
Posko terpadu juga akan didirikan di 5 titik strategis, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Rest Area KM 57 dan KM 63, Stasiun Gambir Jakarta, serta Stasiun Tawang Semarang. Komdigi dan operator seluler memastikan tidak ada gangguan layanan, meskipun lonjakan trafik diprediksi meningkat hingga 20% dibandingkan hari biasa.
“Komunikasi adalah salah satu aspek terpenting dalam kelancaran dan keamanan mudik. Oleh karena itu, kami meminta dengan sangat jelas kepada para operator bahwa tidak boleh ada gangguan layanan selama Lebaran,” tegas Meutya.
Untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal, tim teknis Komdigi juga akan memantau frekuensi dan kestabilan jaringan selama puncak arus mudik.
Kebijakan Jaringan Saat Nyepi di Bali
Selain mengamankan jaringan untuk Lebaran, Komdigi juga mengumumkan kebijakan khusus terkait Hari Raya Nyepi pada 29 Maret 2025. Menurut Meutya, pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali untuk menyiapkan surat edaran kepada operator seluler dan penyelenggara penyiaran agar layanan telekomunikasi dihentikan sementara selama perayaan Nyepi.
“Jadi ini permintaan dari Pemprov Bali, dan kami sudah berkoordinasi terkait hal ini,” ujar Meutya.***