SEOUL – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, melakukan kunjungan ke pusat pelatihan pasukan operasi khusus militer negaranya pada Jumat (4/4), dan menegaskan pentingnya peran mereka dalam memperkuat pertahanan nasional, sebagaimana dilaporkan media pemerintah pada Sabtu (5/4).
Kegiatan peninjauan ini bertepatan dengan pengesahan pemakzulan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol oleh Mahkamah Konstitusi pada hari yang sama, menambah ketegangan di kawasan.
Dalam laporannya, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) menyebut Kim menyaksikan secara langsung manuver taktis serta kompetisi menembak dengan senjata ringan yang dilakukan oleh pasukan elite tersebut.
“Kapabilitas perang aktual yang dapat menjamin kemenangan di medan perang diperkuat melalui latihan intensif dan hal itu merupakan ekspresi patriotisme dan kesetiaan yang paling jelas kepada negara ini,” ucap Kim, sebagaimana dikutip KCNA.
Kim menekankan pentingnya pengembangan pasukan khusus sebagai elemen strategis dalam membangun kekuatan militer nasional, menurut laporan tersebut.
KCNA juga mengabarkan bahwa Kim memberikan sejumlah instruksi penting untuk memperkuat kesiapan tempur pasukan tersebut, dengan penekanan pada pencapaian standar kemampuan yang lebih tinggi. Namun, media itu tidak merinci bentuk tugas-tugas yang dimaksud.
Meski tidak menyebut nama, KCNA menyatakan bahwa sejumlah petinggi militer menyambut kehadiran Kim dalam kegiatan itu.
Dari foto-foto yang dirilis, tampak mantan Menteri Pertahanan Kang Sung-nam mengenakan tanda pengenal sebagai wakil menteri, memperkuat spekulasi tentang peran barunya di lingkaran militer elite Korea Utara.