JAKARTA – Fenerbahce berhasil melibas Trabzonspor dengan skor telak 4-1 dalam laga lanjutan Super Liga Turki, Minggu (6/4/2025), meski Jose Mourinho absen karena menjalani hukuman larangan mendampingi tim.
Dalam atmosfer penuh tekanan dan gengsi, Fenerbahce justru tampil menggila, dipimpin oleh performa luar biasa Anderson Talisca yang mencetak hattrick.
Kemenangan ini menjadi pembuktian kekuatan tim “Kanarinha Istanbul” yang mampu tetap tajam dan agresif meski sang pelatih karismatik tak berada di pinggir lapangan.
Absennya Mourinho, justru seperti menjadi pelecut semangat para pemain untuk menunjukkan determinasi mereka di hadapan publik sendiri.
Babak Pertama: Trabzonspor Kejutkan Tuan Rumah
Laga dimulai dengan intensitas tinggi. Trabzonspor tampil disiplin di awal pertandingan dan bahkan sukses mencetak gol lebih dulu melalui Denis Dragus menjelang babak pertama usai.
Skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu mengejutkan para suporter di stadion Şükrü Saracoğlu, yang sempat terdiam sejenak.
Fenerbahce kesulitan mengembangkan permainan sepanjang babak pertama.
Absennya Mourinho tampak sedikit memengaruhi organisasi serangan tim, dengan beberapa peluang terbuang sia-sia dan penyelesaian akhir yang kurang klinis.
Babak Kedua: Talisca Menggila
Segalanya berubah setelah jeda. Masuknya Anderson Talisca di awal babak kedua menjadi titik balik.
Pemain asal Brasil itu hanya butuh 15 menit untuk mencetak dua gol beruntun, masing-masing di menit ke-52 dan ke-60.
Gol pertama dicetak lewat tembakan keras dari luar kotak penalti, sementara gol kedua datang dari situasi bola mati yang dimaksimalkan dengan sundulan tajam.
Trabzonspor mulai kehilangan ritme dan penguasaan lini tengah. Milan Škriniar menambah keunggulan menjadi 3-1 lewat sepakan dari kemelut di kotak penalti.
Talisca melengkapi malam magisnya dengan gol ketiga di menit ke-83, sekaligus menggenapkan hattrick-nya.
Mourinho Absen
Jose Mourinho harus menonton laga ini dari tribun akibat sanksi yang dijatuhkan setelah insiden fisik dengan pelatih Galatasaray, Okan Buruk, dalam laga sebelumnya.
Dalam konferensi pers virtual usai laga, Mourinho menyatakan dirinya tetap aktif memberi instruksi secara tak langsung melalui staf pelatih.
“Di negara mana pun itu seharusnya penalti untuk kami di babak pertama,” kritik Mourinho terhadap keputusan wasit yang menolak penalti bagi Fenerbahce sebelum jeda.
Meski tidak berada di pinggir lapangan, struktur taktis Mourinho tetap terlihat jelas: pressing intensif di babak kedua, penguasaan bola dominan, dan respons cepat terhadap situasi tertinggal.
Ini menunjukkan bahwa pengaruh sang pelatih masih sangat kuat di balik layar.
Puncak Klasemen Makin Panas
Kemenangan besar ini membuat Fenerbahce memangkas jarak poin dengan Galatasaray di puncak klasemen menjadi hanya tiga poin, menjaga asa dalam perburuan gelar juara Süper Lig musim ini.
Dengan performa gemilang seperti ini, Fenerbahce kini makin percaya diri menghadapi sisa musim, bahkan dengan sanksi Mourinho yang masih berlaku satu laga lagi.
Kemenangan 4-1 atas rival berat seperti Trabzonspor bukan hanya menunjukkan kualitas skuad Fenerbahce, tetapi juga kekuatan mental tim yang dibentuk Mourinho.
Anderson Talisca tampil sebagai pahlawan lapangan, namun seluruh tim layak mendapat pujian atas respons luar biasa mereka di babak kedua.***