JAKARTA – Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah Indonesia dalam menghadapi kebijakan baru yang diterapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait tarif yang mencapai 32%. Menurutnya, kebijakan yang lebih memilih jalur negosiasi ketimbang retaliasi ini merupakan langkah yang tepat.
Melalui akun media sosialnya, SBY menilai strategi yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto, yakni dual track strategy, yang melibatkan komunikasi dengan pemimpin ASEAN dan pengiriman tim negosiasi ke Washington DC, sebagai keputusan yang bijak. “ASEAN telah menjadi economic community dan menjadi pasar bersama yang penting bagi Indonesia,” ungkap SBY.
SBY juga menyoroti pentingnya keterpaduan antara otoritas moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia, terutama nilai tukar rupiah dan pasar saham. Menurutnya, jika diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar, bisa berisiko mengarah pada volatilitas yang tidak terkendali.
Dalam menghadapi perang dagang global yang semakin intensif, SBY mengingatkan agar Indonesia menjaga ketahanan ekonomi dan mencegah terjadinya krisis, meskipun dalam skala kecil. “Perang dagang ini bisa berlangsung lama, kita harus tetap menjaga ekonomi kita tetap resilient,” tambahnya.
SBY juga menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat fundamental ekonomi, meningkatkan daya saing, serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fiskal dan pengendalian utang negara demi masa depan ekonomi yang lebih baik.