JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur (Jaktim), Iin Mutmainnah, resmi melepas 150 jamaah calon haji asal Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Umrah (KBIHU) Al Amiroh, Kecamatan Cakung, di halaman Kantor Wali Kota Jaktim, Kamis (1/5/2025). Keberangkatan tersebut merupakan kloter ketiga untuk wilayah DKI Jakarta dan yang pertama bagi Jakarta Timur, sehingga menjadi momen bersejarah bagi para calon haji.
Dalam sambutannya, Iin menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan 150 calon haji ini. “Sebanyak 150 calon haji ini merupakan kloter ketiga DKI Jakarta dan perdana di Jakarta Timur. Ini adalah momen yang perlu kita syukuri bersama,” ujar Iin, dilansir dari Antara.
Iin juga mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati. Oleh karena itu, ia berharap para jamaah haji bisa menjaga kesehatan dan kesiapan mental selama pelaksanaan ibadah. “Semoga kalian semua diberikan kemudahan dalam melaksanakan ibadah dan kembali ke tanah air dengan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.
Salah satu perwakilan dari Yayasan KBIHU Al Amiroh, Umi Sarmuji, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan Pemkot Jakarta Timur yang telah membantu kelancaran proses keberangkatan jamaah haji. “Kami sangat bersyukur, ini adalah motivasi besar bagi kami. Semoga semua dapat berjalan lancar dan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik,” kata Umi.
Selain Plt Wali Kota, kegiatan pelepasan juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, Zulkarnain, Koordinator Wilayah Baznas Bazis Kota Jakarta Timur, Eka Nafisah, serta para camat dan pimpinan KBIHU Al Amiroh, H. Sarmuji.
Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) juga mengingatkan kepada seluruh jamaah calon haji Indonesia mengenai potensi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi selama musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi, terutama saat puncak ibadah wukuf di Arafah yang diperkirakan berlangsung pada 5 Juni 2025.
Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, mengimbau jamaah untuk lebih waspada terhadap cuaca panas yang diperkirakan akan terjadi di Tanah Suci. “Bulan Juni di Tanah Suci dipastikan masuk musim panas. Kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk tim medis, agar jamaah tetap dalam kondisi fit saat puncak ibadah,” kata Hilman.
Hilman juga menekankan pentingnya menjaga stamina dengan mengatur ritme ibadah, terutama ibadah sunnah, sebelum puncak haji. Salah satu tips yang diberikan adalah agar jamaah mengonsumsi air dalam jumlah kecil namun sering, guna mencegah dehidrasi yang bisa terjadi akibat cuaca panas ekstrem.
Dengan langkah-langkah persiapan ini, diharapkan para jamaah calon haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan selamat kembali ke tanah air.
