JAKARTA — Pemerintah tengah mengakselerasi realisasi koperasi modern di lebih dari 80.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada 27 Maret lalu.
Menteri Zulkifli Hasan, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa, menegaskan bahwa skema pendanaan telah disiapkan melalui kerja sama strategis dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Setiap koperasi desa diproyeksikan mendapatkan dukungan pendanaan berkisar Rp4 hingga Rp5 miliar, yang akan disalurkan secara bertahap dengan mekanisme verifikasi ketat dan prinsip transparansi penggunaan dana.
“Tidak bisa sendiri, harus dikeroyok ramai-ramai oleh semua kementerian, lembaga, dan tentu-masyarakat. Skema pendanaan Rp4-5 Miliar dari Himbara (Bank BUMN) akan menjadi tumpuan awal, dengan verifikasi ketat dan pemanfaatan tepat guna,” kata Zulhas dikutip dari akun Instagramnya, Senin (5/5/2025).
Gerakan Ekonomi Desa yang Revolusioner
Berbeda dari program koperasi biasa, Kopdes Merah Putih dimaksudkan sebagai instrumen pemerataan ekonomi dan penguatan struktur desa secara menyeluruh.
Zulkifli menyebut bahwa koperasi ini merupakan “gerakan gotong royong” nasional yang menargetkan pembukaan dua juta lapangan kerja di pedesaan.
Dalam forum Rapat Koordinasi Kelembagaan dan Pendanaan Kopdes yang digelar pekan lalu, Zulhas menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian agar program ini tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat desa secara riil.
Pendekatan integratif dengan sektor pangan, logistik, dan keuangan desa menjadi fokus utama.
Fungsi Kopdes
Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa koperasi Merah Putih akan menjalankan banyak fungsi strategis.
Selain sebagai lembaga simpan pinjam, koperasi ini akan mendukung distribusi sembako tanpa perantara, memperpendek rantai pasok hasil pertanian dan perikanan, serta menjadi titik akses berbagai layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan.
“Mari kita kawal bersama. Dari desa, untuk Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” katanya.
Dengan model kelembagaan dan pendanaan yang semakin matang, kehadiran koperasi Merah Putih diharapkan menjadi pilar kebangkitan ekonomi desa serta memperkuat kemandirian lokal dalam menghadapi tantangan global.***