SRINAGAR, PAKISTAN – Militer Pakistan mengklaim telah berhasil menembak jatuh dua jet tempur India dan sebuah drone di wilayah sengketa Kashmir, tepatnya di sepanjang Garis Kontrol (Line of Control/LoC). Insiden ini terjadi pada Selasa, 6 Mei 2025.
Stuasi tersebut menambah panas situasi di kawasan yang telah lama menjadi titik konflik kedua negara bersenjata nuklir tersebut.
Kronologi Insiden di Langit Kashmir
Menurut laporan televisi milik pemerintah Pakistan, dua pesawat tempur India diklaim melanggar wilayah udara Pakistan di sektor Kashmir.
“Terdapat dua pesawat Tentera Udara India yang telah disahkan ditembak jatuh,” kata Leftenan Jeneral Ahmed Sharif Chaudhry, juru bicara militer Pakistan, seperti dikutip CNN.
Selain itu, sebuah drone India juga dilaporkan ditembak jatuh dalam operasi yang sama.
Militer Pakistan menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan respons terhadap pelanggaran wilayah udara oleh India.
Hingga kini, pemerintah India belum memberikan pernyataan resmi. Beberapa sumber menyebutkan bahwa New Delhi masih melakukan investigasi internal sebelum memberikan tanggapan.
Eskalasi Ketegangan di Kashmir
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Kashmir, wilayah yang telah menjadi sumber konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan sejak 1947. Pekan lalu, kedua negara dilaporkan terlibat baku tembak di sepanjang LoC selama beberapa hari berturut-turut, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ketegangan meningkat sejak Pakistan menembak jatuh drone mata-mata India pada 29 April 2025.
Warga lokal, khususnya di desa-desa dekat perbatasan, kini hidup dalam ketakutan. “Ketakutan di antara para orang tua meningkat,” ungkap Farooq Ahmad, seorang guru di desa Churanda, kepada Reuters. Ia menyebutkan bahwa baku tembak lintas batas telah merenggut nyawa setidaknya 18 warga sipil selama beberapa dekade terakhir.
Dampak Global dan Sorotan Dunia
Konflik terbaru ini menarik perhatian komunitas internasional, mengingat India dan Pakistan adalah dua negara bersenjata nuklir. Media sosial, khususnya platform X, ramai dengan berbagai spekulasi dan laporan yang belum terverifikasi. Beberapa akun menyebut Pakistan telah menembak jatuh hingga lima pesawat India, meskipun klaim tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Analis politik memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat mempersulit upaya diplomasi di kawasan. Perjanjian gencatan senjata yang disepakati kedua negara pada 2003 dan diperbarui pada 2021 kini tampak semakin rapuh. Dunia menanti langkah berikutnya dari kedua negara: apakah menuju de-eskalasi atau justru memperburuk ketegangan.
Sementara Pakistan merayakan keberhasilan operasi militernya, ketegangan di Kashmir masih membayangi stabilitas kawasan. India, dengan kekuatan militernya yang besar, kemungkinan tidak akan tinggal diam. Pertanyaan besar kini adalah bagaimana kedua negara akan mengelola konflik ini tanpa memicu perang terbuka.
Bagi warga Kashmir, harapan untuk hidup damai masih jauh dari kenyataan. Situasi ini menjadi pengingat bahwa solusi jangka panjang untuk sengketa Kashmir memerlukan dialog yang konstruktif, bukan konfrontasi bersenjata. Dunia berharap kedua pihak dapat menahan diri dan kembali ke meja perundingan demi masa depan yang lebih stabil.
