JAKARTA – Sejarah Gereja Katolik mencatat babak baru dengan terpilihnya Paus Leo XIV, paus pertama dari Amerika Serikat.
Kardinal Robert Francis Prevost, yang dinobatkan pada Kamis (8/5/2025), mendapat sorotan dunia, termasuk dari Presiden AS Donald Trump.
Dalam unggahan penuh semangat, Trump memuji momen ini sebagai kebanggaan nasional, menandai langkah bersejarah bagi umat Katolik di AS.
Melalui platform Instagram, Trump menyampaikan kegembiraannya. “Selamat kepada Kardinal Robert Francis Prevost, yang baru saja diangkat menjadi paus,” tulisnya.
Ia menambahkan, “Merupakan kehormatan mengetahui bahwa beliau adalah paus pertama dari AS. Sungguh menggembirakan dan sebuah kehormatan besar bagi negara kita. Saya menantikan untuk bertemu dengan Paus Leo XIV. Ini akan menjadi momen yang sangat berarti!”
Ucapan ini mencerminkan antusiasme Trump terhadap peran baru Prevost sebagai pemimpin spiritual global.
Paus Leo XIV, lahir di Chicago dan berusia 69 tahun, memiliki latar belakang yang kaya. Lulusan Universitas Villanova, ia pernah menjadi misionaris di Peru sebelum naik menjadi kardinal.
AS merupakan rumah bagi populasi Katolik terbesar keempat di dunia, setelah Brasil, Meksiko, dan Filipina.
Dengan terpilihnya Prevost, umat Katolik AS kini memiliki representasi bersejarah di takhta Vatikan, sebuah momen yang dirayakan Trump sebagai tonggak kebanggaan nasional.***