BOLOGNA – AC Milan berhasil mempertahankan posisinya sebagai penantang serius gelar Serie A musim ini. Dalam laga Bologna vs AC Milan yang digelar di Stadion Renato Dall’Ara, Rabu (4/2/2026) dini hari, Rossoneri tampil dominan meski hanya menguasai 46 persen penguasaan bola. Mereka sukses membungkam tuan rumah dengan skor telak 3-0, berkat gol-gol dari Ruben Loftus-Cheek, Christopher Nkunku melalui tendangan penalti, dan Adrien Rabiot.
Kemenangan ini membuat AC Milan tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia dengan raihan 50 poin dari 23 pertandingan. Mereka hanya tertinggal lima poin dari Inter Milan yang memimpin di puncak. Sementara itu, Bologna semakin terpuruk setelah menelan tiga kekalahan beruntun, membuat mereka turun ke posisi ke-10 dengan 30 poin. Pertandingan ini menjadi bukti ketangguhan Milan dalam menyerang, di mana mereka mencatatkan tujuh tembakan tepat sasaran dari total 10 percobaan, sementara Bologna hanya dua dari 13.
Jalannya Pertandingan Bologna vs AC Milan
Sejak peluit kick-off dibunyikan, AC Milan langsung menunjukkan agresivitasnya. Mereka menekan pertahanan Bologna dengan intensitas tinggi, mencoba memanfaatkan setiap celah. Peluang pertama datang pada menit kedelapan melalui Ruben Loftus-Cheek. Gelandang asal Inggris itu melepaskan sepakan keras, tapi bola masih bisa ditepis oleh kiper Bologna, Federico Ravaglia.
Tak lama berselang, pada menit ke-17, Malick Fofana nyaris membuka keunggulan bagi Milan. Sundulannya dari umpan silang menyamping tipis di sisi kiri gawang, membuat pendukung tuan rumah bernapas lega. Tekanan Milan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20. Gol pembuka dicetak oleh Loftus-Cheek setelah memanfaatkan bola muntah. Awalnya, sundulan Nkunku ditepis Ravaglia, tapi bola jatuh ke kaki Rabiot yang langsung mengarahkannya ke Loftus-Cheek. Dengan mudah, ia menyodok bola ke gawang kosong, membuat skor berubah menjadi 1-0.
Keunggulan satu gol membuat permainan Milan semakin nyaman. Mereka terus mengontrol ritme pertandingan dan berhasil menggandakan skor pada menit ke-39 melalui eksekusi penalti Nkunku. Penyerang asal Prancis itu dijatuhkan oleh Ravaglia di kotak terlarang, sehingga wasit menunjuk titik putih. Nkunku dengan tenang mengecoh Ravaglia, menggulirkan bola ke sisi kiri gawang. Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama usai, meski Bologna sempat mencoba bangkit tapi gagal menciptakan peluang berbahaya.
Memasuki babak kedua, Milan tak butuh waktu lama untuk memperlebar jarak. Hanya tiga menit setelah restart, Rabiot mencetak gol ketiga. Bermula dari lemparan ke dalam Bologna yang tidak sempurna, bola direbut Rabiot dan langsung dilesakkan dari jarak dekat ke gawang Ravaglia. Gol ini praktis mematikan semangat Bologna, yang kesulitan menembus pertahanan rapat Milan.
Nkunku hampir menambah pundi-pundi gol Milan pada menit ke-50. Tembakannya dari luar kotak penalti nyaris bersarang, tapi lagi-lagi Ravaglia tampil heroik dengan membendungnya. Setelah unggul tiga gol, pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memutuskan untuk menurunkan tempo permainan. Strategi ini efektif untuk menghemat tenaga pemain, meski peluang masih tercipta. Pada menit ke-82, Nicklas Füllkrug yang masuk sebagai pengganti mencoba peruntungannya, tapi sudut tembakannya kurang ideal sehingga mudah ditepis Ravaglia.
Sepanjang laga, Milan tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang. Meski penguasaan bola kalah, agresivitas mereka di lini depan menjadi kunci kemenangan. Bologna, di sisi lain, terlihat kesulitan membangun serangan balik, terutama setelah kebobolan gol pertama.
Strategi Allegri dan Target Musim Ini
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memang menargetkan kemenangan mutlak di laga Bologna vs AC Milan ini. Ia melihat pertandingan ini sebagai momen krusial untuk menjaga asa dalam perburuan Scudetto Serie A. “Kami harus serius menghadapi Bologna, karena mereka tim yang solid, terutama di lini pertahanan,” ujar Allegri sebelum kick-off.
Pasca-pertandingan, Allegri memuji performa anak asuhnya. “Para pemain tampil baik di semua sektor, baik bertahan maupun menyerang. Ini kemenangan penting yang membuat kami tetap dekat dengan Inter,” katanya. Dengan 50 poin yang diraih, Allegri menjadikan posisi empat besar sebagai target minimal untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Namun, ia mengingatkan bahwa perjalanan musim masih panjang, dan konsistensi menjadi kunci utama.
Kemenangan ini juga menjadi respons positif setelah performa Milan yang sempat naik-turun di awal musim. Loftus-Cheek, yang mencetak gol pembuka, tampil sebagai motor serangan dengan visi permainannya yang cerdas. Sementara Nkunku dan Rabiot menunjukkan ketajaman di depan gawang, membuktikan kedalaman skuad Rossoneri. Di sisi Bologna, kekalahan ini menambah tekanan bagi pelatih mereka, yang harus segera membenahi performa tim untuk menghindari zona degradasi.
Dampak pada Persaingan Serie A
Laga Bologna vs AC Milan ini semakin memanaskan persaingan di papan atas Serie A. Inter Milan, yang memimpin dengan 55 poin, kini merasakan napas panas dari rival sekotanya. Milan telah menunjukkan peningkatan signifikan sejak Allegri kembali menukangi tim pada awal musim 2025/2026. Dengan komposisi pemain yang seimbang antara pengalaman dan talenta muda, Rossoneri berpotensi menjadi juara jika mampu menjaga momentum.
Bagi Bologna, tiga kekalahan beruntun menjadi alarm bahaya. Tim berjuluk Rossoblu ini pernah tampil impresif di musim sebelumnya, tapi inkonsistensi musim ini membuat mereka terpuruk. Pelatih Vincenzo Italiano diharapkan bisa melakukan rotasi pemain untuk membangkitkan semangat tim di laga-laga selanjutnya.
Secara keseluruhan, pertandingan ini mencerminkan dinamika Serie A yang kompetitif. Milan tidak hanya unggul dalam skor, tapi juga dalam strategi taktis. Kemenangan 3-0 ini bisa menjadi turning point bagi Rossoneri dalam mengejar gelar yang terakhir mereka raih pada 2022. Pendukung Milan tentu berharap tim kesayangan mereka terus konsisten hingga akhir musim.Di sisi lain, Serie A musim ini diprediksi akan semakin ketat dengan kehadiran tim-tim seperti Juventus dan Napoli yang juga mulai bangkit. Allegri dan anak asuhnya harus tetap waspada, karena setiap poin sangat berharga dalam perburuan Scudetto. Pertandingan selanjutnya bagi Milan adalah melawan tim papan tengah, yang bisa menjadi kesempatan untuk menambah pundi-pundi poin.
Kemenangan di Bologna vs AC Milan ini juga menyoroti peran penting pemain-pemain kunci seperti Nkunku, yang semakin nyaman di lini depan Milan setelah transfernya dari Chelsea. Dengan kontribusi gol dan assist-nya, ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh musim ini. Begitu pula dengan Rabiot, yang tampil solid di lini tengah.