JAKARTA – AC Milan melanjutkan misi memburu Scudetto saat menjamu Como pada laga tunda pekan ke-24 Serie A 2025/2026 di San Siro, Kamis (19/2/2026) pukul 02.45 WIB dini hari WIB.
Duel yang bukan hanya penting bagi klasemen, tetapi juga sarat nuansa taktik dan gengsi di pinggir lapangan.
Saat ini Rossoneri datang ke pertandingan dengan status penghuni peringkat kedua, tertinggal delapan poin dari Inter namun masih menyimpan satu laga, sehingga tiga poin atas Como akan menjaga tekanan dalam perburuan gelar musim ini.
Catatan performa Milan jelang laga juga mengesankan, dengan empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang, yang menunjukkan konsistensi tinggi meski beberapa pemain pilar sempat absen.
Rangkaian hasil positif itu termasuk kemenangan 3-1 di markas Como pada 16 Januari lalu, ketika Milan membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu dalam duel yang meninggalkan cerita panjang di antara kedua kubu.
Waktu itu tuan rumah Como sempat memimpin lewat gol cepat Marc-Oliver Kempf di menit ke-10 sebelum Milan bangkit melalui gol Christopher Nkunku dan dua lesakan Adrien Rabiot yang mengunci skor 3-1 untuk tim tamu.
Secara keseluruhan, Milan hanya sekali kalah di Serie A musim ini, kekalahan yang terjadi pada giornata pembuka melawan Cremonese, sehingga kestabilan menjadi salah satu kekuatan utama pasukan Massimiliano Allegri.
Di klasemen sementara, AC Milan mengoleksi 53 poin dari 24 pertandingan dengan rekor 15 kemenangan, 8 imbang, dan hanya 1 kekalahan, mengemas 40 gol dan kebobolan 18.
Tangan Dingin Fabregas
Di sisi lain, Como datang ke San Siro dengan status kuda hitam, menempati peringkat ketujuh berbekal 41 poin dari 24 laga dan hanya berjarak enam angka dari zona empat besar yang ditempati AS Roma.
Tim besutan Cesc Fabregas itu mencatat 11 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 5 kekalahan di liga, dengan produktivitas 38 gol dan hanya kebobolan 18, angka yang menunjukkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan.
Momentum Como sempat terganggu setelah kekalahan 1-2 dari Fiorentina di laga terakhir, namun secara umum performa mereka dalam lima pertandingan terbaru (tiga menang, satu imbang, satu kalah) tetap cukup kompetitif jelang lawatan ke Milan
Fabregas sendiri menjadi sorotan sejak komentar pedasnya usai kekalahan 1-3 dari Milan pada Januari lalu, ketika ia menilai timnya mendominasi permainan meski akhirnya pulang tanpa poin.
Kepada Sky Italia, Fabregas berkata: “Mungkin saya disalahpahami ketika saya berbicara. Sulit untuk menganalisis hari ini, lebih baik jika Anda yang melakukannya.”
“Hari ini sulit, kami melakukan banyak hal dengan baik, ini adalah pertandingan yang harus kami menangkan, kami mendominasi,” serunya.
Masih dalam konteks yang sama, ia menambahkan: “Kami melakukan 700 operan berbanding 200 operan mereka, luar biasa.”
“Memang benar juga bahwa Anda tidak menang hanya dengan penguasaan bola, mereka adalah pemain-pemain yang sangat bagus yang menang dengan permainan individu. Kami bermain sangat baik sebagai tim,” tegas Fabregas.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan karena dianggap menyinggung kolektivitas Milan, meski di sisi lain memperlihatkan keyakinan Fabregas terhadap struktur permainan dan identitas Como yang ia bangun.
Allegri Meredam Tensi
Menjelang pertemuan kedua di San Siro, Allegri memilih meredam tensi dengan nada sejuk, menegaskan bahwa tidak ada konflik personal antara dirinya dan Fabregas serta menyebut pernyataan sang pelatih Spanyol sebagai bagian biasa dari dinamika kompetisi.
Allegri bahkan memuji perkembangan Como di bawah Fabregas, mengakui bahwa dalam waktu relatif singkat mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu mampu mengangkat Como dari status tim promosi menjadi penantang serius di papan atas.
Secara teknis, duel Milan vs Como kali ini diperkirakan berlangsung ketat, dengan tuan rumah mengandalkan kualitas individu dan pengalaman, sementara tim tamu mengusung pendekatan berbasis penguasaan bola dan intensitas pressing.
Meski beberapa bintang Milan sempat terganggu masalah kebugaran, Allegri tetap mampu menjaga timnya produktif dan efisien, sesuatu yang terlihat dari torehan 40 gol dan rekor kandang yang solid musim ini.
Di kubu Como, Fabregas diyakini tidak akan mengubah filosofi bermainnya, tetap berupaya mengontrol tempo pertandingan melalui build-up dari belakang dan kombinasi operan pendek yang terstruktur.
Sejumlah analis menilai Milan sedikit lebih diunggulkan berkat faktor kandang, kedalaman skuad, serta rekor pertemuan yang berpihak pada Rossoneri dengan empat kemenangan dan satu imbang dalam lima duel terakhir kontra Como.
Beberapa situs prediksi menjagokan kemenangan tipis Milan, dengan skenario pertandingan yang ketat dan minim gol, sejalan dengan tren tim asuhan Allegri yang kerap menang dengan margin kecil.
USA TODAY memprediksi skor akhir AC Milan 1, Como 0, mencerminkan keyakinan bahwa tuan rumah akan kembali mampu “menggiling” hasil di kandang meski tidak selalu tampil dominan sepanjang laga.
Bagi Como, mencuri poin di San Siro bukan hanya akan memperkuat posisi mereka dalam persaingan tiket Eropa, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa proyek ambisius Fabregas mampu menantang hierarki tradisional Serie A.
Sebaliknya, bagi Milan, kemenangan akan menjaga napas dalam perburuan gelar, sekaligus menjadi jawaban elegan atas narasi dominasi operan Como pada pertemuan sebelumnya, dengan cara paling tradisional: tiga poin.
Berikut prediksi susunan pemain untuk laga antara AC Milan vs Como 1907:
AC Milan (3-5-2)
Kiper:
(16) Mike Maignan
Bek:
(5) Koni De Winter
(46) Matteo Gabbia
(31) Strahinja Pavlović
Gelandang:
(24) Zachary Athekame
(19) Youssouf Fofana
(14) Luka Modrić
(4) Samuele Ricci
(33) Davide Bartesaghi
Penyerang:
(18) Christopher Nkunku
(10) Rafael Leão
Analisis singkat:
Formasi 3-5-2 memungkinkan Milan mendominasi lini tengah dengan kreativitas Luka Modrić dan agresivitas Fofana. Rafael Leão diplot sebagai tumpuan serangan dengan dukungan Nkunku yang fleksibel bergerak melebar maupun menusuk ke kotak penalti.
Como 1907 (4-2-3-1)
Kiper:
(1) Jean Butez
Bek:
(28) Ivan Smolcic
(14) Jacobo Ramón
(2) Marc Kempf
(3) Alex Valle
Gelandang Bertahan:
(23) Máximo Perrone
(33) Lucas Da Cunha
Gelandang Serang:
(31) Mergim Vojvoda
(20) Martin Baturina
(10) Nico Paz
Striker:
(11) Anastasios Douvikas
Como 1907 mengandalkan keseimbangan di lini tengah lewat duet Perrone dan Da Cunha. Nico Paz dan Baturina akan jadi motor kreativitas di belakang Douvikas, yang berperan sebagai target man utama dalam skema 4-2-3-1.***