JAKARTA— Agenda Lebaran Presiden Prabowo Subianto tahun ini dipastikan berbeda dengan rute perjalanan yang melibatkan dua provinsi di Pulau Sumatra dalam momen sakral Idulfitri 1447 Hijriah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa kepala negara akan mengawali malam takbiran di Sumatera Utara sebelum melanjutkan rangkaian ibadah Lebaran di Aceh keesokan harinya.
“Iya betul, Bapak Presiden akan malam takbiran di Sumatra Utara, dan Insya Allah akan shalat Idulfitri di Aceh besok pagi,” kata Seskab Teddy kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Rencana perjalanan tersebut membuat Presiden dijadwalkan bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Jumat sore menuju Sumatra Utara, sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh bersama sejumlah pejabat negara yang turut mendampingi, termasuk Seskab Teddy.
Momentum perayaan Idulfitri tahun ini sendiri telah ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia yang memutuskan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
“Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026,” kata Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat konferensi pers sidang isbat di Jakarta.
Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan hilal oleh tim rukyat menunjukkan posisi bulan belum memenuhi kriteria kesepakatan regional MABIMS di seluruh wilayah Indonesia.
Meski demikian, perbedaan penetapan hari raya tetap terjadi karena organisasi Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026 berdasarkan metode hisab.
Kondisi ini mencerminkan dinamika penentuan awal Syawal di Indonesia yang kerap menghadirkan perbedaan, namun tetap berjalan dalam suasana toleransi antarumat beragama.***